Selasa, 28 Februari 2023

Berkelahi Dengan Supir Angkot

                                            slot gaccor hari ini



                                            slot gaccor hari ini

Berkelahi Dengan Supir Angkot


Sampai kapan kita mau mendiamkan kesalahan?


Malam kemarin saya berkelahi dengan supir angkot.

Tidak sampai adu fisik, tapi cukup membuat saya ingat kembali rasanya menjadi pemarah.

Saya menggedor badan angkot dengan marah.

“Apa-apaan ni!”

Dalam sepersekian detik, saya tidak sedikitpun merasa lelah. Semua rasa berganti dengan amarah. Angkot yang tadinya baru berjalan, langsung berhenti kembali.

“Apaan nih seribu?!” Saya berteriak sambil menunjukkan seribu di tangan saya. Saat turun, saya membayar dengan uang lima ribu. Si d hanya mengembalikan seribu.

Bukannya menjawab, sang sopir angkot malah balik bertanya, “Emang naik dari mana lo?”

Dalam hati saya sudah memaki dengan berbagai kata yang sungguh tidak pantas. Pertanyaan tolol macam apa itu, jelas-jelas angkot ini ngetem dan tidak jalan sebelum semua kursi penumpang penuh. Jelas-jelas semua penumpang naik dari tempat yang sama,

“Dari Petronas lah!”, saya menjawab dengan kesal.

“Petronas mana sih?”

“Ya Petronas Pekayon lah, G*OBL*K!”

nagapoker saya lepas. Saya berteriak sambil menggebrak pintu mobil. “Udah mana sini balikin duit gue seribu lima ratus lagi!”. Tangan saya masuk melalui jendela mobil seperti preman menagih uang.

Si supir balik berteriak. Dia juga sudah tersulut emosi.

“Apaan sih lo, emang segitu bayarnya!”.

Rasanya badan sudah sangat lelah, kepala sangat berat, dan mata sudah mau terpejam. Saya tidak bisa lagi berpikir tentang apapun dan hanya ingin cepat sampai di rumah. Rasa lelah saya berubah menjadi amarah.

“Gue tiap hari naik ni angkot! Tiap hari gue naik, gue cuma bayar DUA RIBU LIMA RATUS!”

Teriakan saya makin keras. Beberapa penumpang yang tadinya tidur jadi terbangun dan melihat ke depan, ingin tahu apa yang terjadi. Beberapa tukang ojek yang mangkal di dekat saya turun juga ikut berdiri dan penasaran kenapa ada orang teriak-teriak di tengah malam.

Mungkin karena digertak, si supir akhirnya memberi saya uang seribu. Saya menatap uang itu, lalu menatap dia lagi.

“LIMA RATUS LAGI MANA?”,

”UDAH SYUKUR LO UDAH GUE BALIKIN SERIBU, MASIH MINTA LAGI?”

”YA HAK GUE YA GUE MINTA LAH, JADI SUPIR ANGKOT AJA KORUPSI LO!”, teriakan saya semakin keras, saya tidak bisa lagi menahan marah, “UDAH SANA JALAN, ENEG GUE LIAT MUKA TUKANG MAKAN DUIT HARAM KAYAK LO!”.

Saya berjalan dengan kepala mau pecah. Sebelum benar-benar pergi, saya menggedor badan mobil. Lagi.

Si supir menatap saya penuh emosi. Saya tidak peduli.

Sampai di rumah, masih dengan kepala yang penuh amarah, saya mengambil segelas air putih. Saya duduk dengan tenang, mencoba bernapas dengan tentram. Saya mencoba kembali berdamai dengan ketenangan.

Kemarin aktivitas saya padat. Pagi hari saya mengurus bisnis, siangnya menjenguk kerabat saya di rumah sakit, lalu sorenya menempuh perjalanan panjang ke Jakarta. Mencari alamat sahabat saya yang menyita banyak waktu dan tenaga.

Semua perjalanan saya lakukan dengan naik kendaraan umum dan berjalan kaki. Jam 23.10, saya baru sampai di stasiun Kranji, baru lanjut naik angkot dua kali untuk sampai di Bekasi. Dalam kondisi amat sangat lelah, angkot terakhir itulah yang akhirnya jadi “pelampiasan” saya menyemburkan api amarah.

Kejadian tadi jelas adalah sebuah kesalahan. Ada yang salah dengan keadaan tadi sehingga saya harus berkelahi dan saling berteriak penuh emosi. Saya menyegarkan kepala dengan berwudhu, lalu mencoba berefleksi. Melakukan introspeksi.

Pertama, saya menyadari betul rasa marah yang begitu meluap tadi adalah karena saya sangat lelah. Rasa lelah saya adalah faktor yang paling bertanggung jawab hingga saya tiba-tiba meledak. Setelah menjalani aktivitas yang begitu melelahkan, ekspektasi saya sederhana: naik angkot, bayar dengan harga seperti biasanya, lalu segera berjalan pulang, istirahat. Tapi ternyata saya harus dihadapkan dengan harga yang tidak seperti biasanya, dan itu dengan mudahnya membuat saya marah.

Ketika lelah, kita kesulitan mengontrol pikiran, fokus kita pun buyar, Perilaku kita — yang pada keadaan normal dikendalikan secara sadar oleh logika — diambil alih kontrolnya oleh emosi. Jika emosi sudah menjadi kontrol utama dalam pengambilan keputusan, logika dikesampingkan, dan perilaku kita seringkali menjadi barbar dan tidak terkendali.

Kasus saya yang menjadi tidak terkendali tadi hanyalah satu dari jutaan kasus yang terjadi setiap hari. Jika Anda ingin merasakannya, gampang, naik kereta Commuterline di jam pulang kerja dari berbagai stasiun besar. Kasus paling ekstrem yang pernah saya rasakan ketika naik kereta tujuan Bogor dari stasiun Tanah Abang. Kereta penuh bau keringat, semua orang kelelahan sepulang kerja, dan rasanya semua orang marah-marah. Ada yang memaki petugas, ada yang mencak-mencak karena kepanasan, ada yang sikut-sikutan karena kegerahan, dan ada yang berteriak marah entah pada siapa. Semuanya melakukan hal itu sepanjang jalan, sepanjang 35 menit, dari Tanah Abang sampai Stasiun UI. Saya hanya menahan napas, jangan sampai ikut terbawa marah.

Tapi hal itu akhirnya terjadi juga pada saya, di tempat lain. Dan mungkin Anda juga pernah merasakannya.

Itulah mengapa saya secara umum tidak setuju pada wanita yang menjadi pemimpin untuk laki-laki. Alasan utamanya, karena secara biologis wanita emosinya tidak lebih stabil dibanding pria, dan emosi ini dapat memengaruhi pengambilan keputusan yang tidak berdasarkan logika.

Kembali ke masalah saya dan nagapoker. Kedua, ada alasan lain yang menyebabkan saya marah daripada sekedar masalah uang yang bagi banyak orang tidak seberapa. Ini soal kejujuran. Bukan tentang saya. Justru saya sedang bicara soal kejujuran supir angkot.

Saya naik angkot itu sejak saya SD. 10 tahun lebih. Kalo diibaratkan pangkat militer, pengalaman saya naik angkot tersebut sudah pantas dianugerahi pangkat jenderal. Saya sudah pernah berinteraksi dengan supir yang masa bodo, penipu, hingga yang baik dan benar-benar jujur.

Faktanya, masih banyak supir angkot yang jujur. Supir angkot yang benar-benar menghargai penumpangnya sebagai pelanggannya. Dalam situasi yang normal, seringkali saya memang memberi uang lebih 500 dari ongkos normal. Misalnya untuk jarak dekat, ongkos normalnya adalah 2.500. Saya seringkali menyiapkan selembar 2.000 dan selembar 1.000, dan saya memang berniat untuk memberi 3.000. Jika tidak dikembalikan saya menganggapnya sebagai sedekah, karena memang saya mengikhlaskannya. Tapi ketika saya memberi uang 3.000 tadi, saya sering mendapati supir yang tidak langsung pergi, tetapi sibuk mencari koin 500 untuk kembalian. Padahal jika mereka langsung pergi dan tidak mengembalikannya pun saya tidak masalah. Tapi mereka secara jujur mengembalikan uang 500 tadi.

Dan saya mendapati supir jujur yang seperti ini tidak sekali dua kali. Sering. Artinya, masih ada banyak supir jujur di luar sana.

Maka saya marah sekali ada supir yang jelas-jelas mau menipu. Menentukan ongkos yang tidak sesuai dengan harga sebenarnya. Dan bukan hanya 500, dalam kasus tadi si supir ngotot dengan harga 1500 lebih mahal dari harga sebenarnya. Memang kelihatannya tidak seberapa, tapi untuk Anda yang menggunakan transportasi umum, terutama menggunakan angkot setiap hari, Anda tahu nilai itu tidak kecil.

Saya hanya merasa sangat tidak adil ada supir yang berani menipu, sementara masih banyak supir angkot lain yang berbuat jujur. Dan alasan ketiga, saya sudah tidak ingin lagi menjadi orang yang mendiamkan kesalahan. Saya sedang belajar menjadi orang yang lebih peduli, dan salah satu bentuk kepedulian adalah menegur sesuatu yang salah. Kita sudah terlalu sering membiasakan kekeliruan, mewajarkan kesalahan.

Rasulullah sudah mengajarkan, bahwa jika ada kesalahan, ubahlah dengan tanganmu. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisanmu. Jika tidak bisa, ingkari dengan hatimu, dan itulah selemah-lemahnya iman. Saya memilih yang pertama.

Saya juga belajar dari Anies Baswedan, bahwa negeri ini terus bermasalah bukan karena banyak orang jahat, tapi karena orang baik diam dan mendiamkan. Karena kita sering mewajarkan keadaan, sering menganggap sistem yang salah adalah hal yang biasa.

Sudah saatnya kita berubah. Sudah saatnya kita menjadi lebih baik dan berani mengoreksi kesalahan. Mengatakan yang hitam adalah hitam, putih adalah putih.

Apa yang telah saya kemukakan tentunya bukan untuk membenarkan apa yang telah saya lakukan, tapi lebih kepada evaluasi. Saya menyadari untuk beberapa alasan, apa yang saya lakukan adalah benar, dan juga salah untuk beberapa alasan yang lain. Yang terpenting saya belajar dan terus belajar


Senin, 27 Februari 2023

Dibuai Rasa, Dibuai Mimpi. Halu.

                                              slot gaccor hari ini



                                            slot gaccor hari ini

Dibuai Rasa, Dibuai Mimpi. Halu.


Gue dapet insight baru dari gurunda, Mas Ippho. Tulisan ini terinspirasi dari obrolan beberapa waktu lalu.

Kalo ditanya komoditas apa yang paling mahal sekarang, lebih mahal mana nagapoker sama berlian? Ternyata yg jauh lebih mahal racun kalajengking. Ini udah dibahas sama Pak Jokowi + koran tempo. (Per liter racun kalajengking 145 Milyar).

Kalo ditanya mana yg lebih mematikan, hiu atau singa? Ternyata rata-rata hiu cuma bunuh manusia 4x pertahunnya, singa dibawah itu (Natgeo Research). Tau yang paling mematikan? Nyamuk. Setengah juta orang meninggal tiap harinya di dunia gegara nyamuk.

Orang-orang suka disibukin sama hal-hal besar. Padahal hal-hal kecil bisa berdampak jauh lebih besar.


Contoh :

Mau kaya, harus bisnis properti, tambang, dan bisnis besar lainnya.

Sampe pada lupa kalo sebenernya dari Internet, berawal bikin website, bisa ngehasilin milyaran di jangka panjang. Tengok Jack Ma, nagapoker, Mark Zuckerberg, Uber, dll.

Iya, betul bisnis properti, tambang, itu sangat menghasilkan. Walaupun ada masanya harus turun harganya. Ya kalo lo belum bisa kesana, mulailah dari yg gampang dulu. Jangan dibuat ribet, jangan terlalu dibuai mimpi. Sadar lo tuh sekarang harus menghasilkan dulu.

Mulai dari yang gampang, impian tetep besar.


Gue dari SMP sampe detik ini udah engga pernah berharap lebih sama orangtua. Gue kerjasama sama banyak orang. Bukan, bukan gue semua yang urus setiap hari. Itu semua karena ada team. Gue dan beberapa rekan bisnis fokusnya bukan cuma pendapatan, tapi juga manusianya.

Karena bukan kita yang membuat bisnis hebat. Tapi manusianya yang membangun bisnis hebat.


Dan begini bukan 1–3 tahun gue bangun. Lo harus liat hampir 10 tahun lalu pas gue masih ikutan jadi ojeg payung, jualan kambing, jualan celana lagging cewek, jualan gadget, jualan jersey, dan beberapa dagangan gue dulu. Lo harus liat itu. Gue mulai ini semua dari 1 SMP.

Gue berproses.


Sukses itu bukan kejadian, sukses itu proses. Orang-orang kaya di nagapoker percaya itu.

Dan menggonta-ganti bisnis engga akan mengganti nasib. Kalo belum bangkrut, lanjutin aja. Kalo udah untung, naikin target, ciptain sistem bisnisnya. Kalo ada lebihan, buka bisnis lagi juga gapapa.

Yang penting itu sekarang. Coba lo menghasilkan dulu. Jangan banyak bandingin hidup orang, jangan jadiin standar sukses orang jadi standar sukses pribadi.

Hidup lo ya hidup lo. Gausah dipusingin hal-hal lainnya.

Yang penting itu sekarang. Mulai dari yang gampang, impian tetep besar. Eksekusi!

Kalo lo suka sama tulisan gue, silahkan beri “Clap”. Kalo lo rasa tulisan gue bermanfaat, silahkan Share tulisan ini di media sosial lo. Semoga kebermanfaatan ini terus berlanjut!


Minggu, 26 Februari 2023

Bagaimana Cara Hidup Jika Yang Kamu Inginkan Adalah Kematian

                                             slot gaccor hari ini



                                            slot gaccor hari ini

Bagaimana Cara Hidup Jika Yang Kamu Inginkan Adalah Kematian


Trigger Warning.

Tulisan ini adalah catatan saya ketika menyintas dari usaha bunuh diri. Akan ada deskripsi tentang upaya menyakiti diri dan usaha mengakhiri hidup. Lanjutkan dengan persiapan mental.

Kemarin, seorang teman mengirim pesan:

“Mengapa orang ingin mati? Selama ini ia kulihat baik-baik saja dan tak ada tanda-tanda, tapi hari ini kulihat ia ingin mengakhiri hidupnya.”

Aku mengambil jeda lumayan lama. Ingatan membawaku setahun terakhir saat hidup berantakan, dihajar banyak hal sendirian, membuatku merasa mengakhiri hidup adalah pilihan paling mudah untuk menyelesaikan masalah. Tapi kemudian aku memutuskan untuk mencari bantuan.

Tahun lalu aku mencoba untuk mengiris tanganku, minum obat berlebihan, dan secara sadar tidak tidur berhari-hari. Kesehatan mentalku memburuk, aku berhalusinasi, membenturkan kepala ke tembok karena bising suara di kepala, hingga kemudian menyayat nagapoker karena tak tahan merasakan perih di dada kiri. Aku ingin mati, tapi tak tahu caranya.

Kukira orang lupa, bahwa perkara kesehatan mental, ada banyak faktor yang berkelindan. Pekerjaan yang layak, relasi antar personal, trauma masa kecil, gaya hidup, makanan bergizi, olahraga, dan support system yang dimilii. Aku cukup beruntung dikelilingi oleh orang yang sayang padaku, sehingga saat mengalami relapse (kumat) mereka bisa membantu.

Pekerjaan yang layak membantumu mendapat penghasilan yang cukup, uang menjadi problem utama mengakses layanan kesehatan mental yang lumayan mahal jika tak dicover BPJS. Gaya hidup yang buruk, makanan tidak bergizi, dan kecanduan pada media sosial akan memperburuk itu. Maka aku pikir kita perlu cara lain untuk bisa tetap waras di saat segalanya terasa menyesakkan.

Hari ini adalah World Suicide Prevention Day (Hari Pencegahan Bunuh Diri sedunia). Setahun lalu aku membuat catatan bagaimana mencari bantuan dalah usaha paling berani dalam hidupku. Saat segalanya terlalu berat, saat segalanya terlalu menyiksa, dan kematian terasa lebih mudah, memilih hidup adalah tindakat nekat yang bisa kulakukan.

Aku berharap kamu tahu, ada beberapa cara untuk bisa bertahan hidup. Tapi sebelumnya, kamu harus cari bantuan profesional, psikolog, psikiater, dan siapapun yang bisa membantumu lebih baik. Hari ini aku membuat panduan, bagaimana cara hidup saat yang kamu inginkan adalah kematian. Panduan ini aku bikin mengadopsi caraku menghadapi overthinking dan anxiety.

Jika kamu merasa ingin mengakhiri hidup. Tulis lima hal yang membuatmu berat meninggalkan dunia. Tak perlu detil, tak perlu masuk akal, tak perlu jelas, kamu hanya perlu menulis. Lima hal yang menurutmu masih berharga dan membuatmu merasa bahwa hidup layak dijalani.

Bagiku lima hal yang membuat hidup layak dijalani adalah: nagapoker, Buku, Musik, Game, dan Gerimis Pagi seusai bangun tidur.

Jika kamu telah menuliskan lima hal tadi. Jika kamu cukup punya tenaga, tuliskan perasaan yang kamu lekatkan pada hal-hal tadi. Apa yang kamu rasakan ketika kamu mendengar hal-hal itu? Kegembiraan? Ingatan? Peristiwa yang berharga? Ingat, apa yang kamu tulis saat sedih tak perlu masuk akal bagi orang lain. Ia hanya perlu memberimu kelegaan.

Setelah menjelaskan mengapa memilih kata itu dan apa yang kamu rasakan, kamu bisa jelaskan sejak kapan kamu lupa segala kegembiraan itu? Apa yang membuatmu berhenti gembira? Aku menemukan kembali cinta yang hilang. Cinta pada buku, cinta pada membaca, cinta pada menulis, hingga akhirnya bisa menulis 3 buku dalam setahun.

Aku kira saat sedih, kita kerap mengabaikan hal-hal yang semestinya membawa kegembiraan. Saat suicidal, aku mencoba menyusun percakapan dengan diri sendiri. Apakah mengakhiri hidup akan membuat segalanya jadi mudah? Seringkali jawaban yang kuterima adalah: Tidak.

Aku juga menyadari bahwa kadang kesedihan itu adalah sosok yang lain. Aku coba memberinya nama lantas memulai percakapan, kami adalah dua entitas yang hidup dalam tubuh yang sama. Kesedihan, kemarahan, nafsu, kegembiraan, bercampur dan menciptakan kecemasan. Saat kecemasan itu bertumpuk, pikiran negatif mendorongku untuk menghentikan segalanya.

Dengan menuliskan hal-hal menyedihkan, menyakitkan, dan membuatku demikian menderita, nagapoker menemukan jalan keluar. Aku melihat diriku dari sudut yang berbeda. Menulis membuatku harus mempertimbangkan hal-hal yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Jika aku mati, bagaimana aku tahu ending one piece? JIka aku mati, siapa yang akan merawat kucingku? Jika aku mati, siapa yang akan mendengar playlist bodoh yang kubikin di spotify? Alasan-alasan klise tadi mendorongku untuk berpikir. Apa sebenarnya sumber kesedihan yang kurasakan. Menulis sumber kesedihan itu memberiku kesempatan untuk mencari jalan keluarnya.

Saat kamu cemas, saat kamu takut, kematian tampak demikian baik. Ia mudah, ia gampang, dan ia bisa membebaskanmu. Tapi memilih untuk hidup, hidup butuh nyali, keuletan untuk tetap bernafas setiap hari, memutuskan bangun dari tidur dan pergi bekerja. Ia butuh kerja keras.

Menjalani hidup saat kamu ingin mati akan terasa menyakitkan. Segala hal membuatmu ingat bahwa hidup tak layak dijalani. Tapi jika kamu mau berhenti, mengambil jeda, menghitung nafas, menuliskan kebahagiaan-kebahagiaan yang kamu miliki, barangkali jika kamu cukup mujur dan dicintai, kamu akan menemukan kekuatan untuk melanjutkan hidup.

Aku tak ingin ibuku kehilangan anak lagi. Saat kakakku meninggal, dunianya runtuh, kebahagiaannya hilang, dan senyumnya dicuri. Setahun kemudian Ibu baru bisa pulih. Aku menderita, tapi aku tak ingin menambah deritanya. Barangkali itu alasan mengapa aku masih hidup hari ini. Temukan alasan apapun, sesepele apapun, asal ia membuatmu bertahan, maka bertahanlah.

Aku sadar solusiku berpusat pada menulis. Jika kamu tak bisa menulis, kamu bisa menggambarkan perasaanmu, kamu bisa memotret benda-benda yang menggambarkan perasaanmu, kamu bisa membuat lagu dari hal-hal yang meresahkanmu. Setiap jalan bertahan hidup saat kamu ingin mati adalah sah. Ia adalah hakmu.

Aku berharap kamu bisa menemukan alasan untuk hidup.

Sabtu, 25 Februari 2023

Black Panther: Drama Keluarga Revolusioner ala Marvel

                                            slot gaccor hari ini



                                            slot gaccor hari ini

Black Panther: Drama Keluarga Revolusioner ala Marvel


Black Panther?
Apaan sih?

Sebagai penggemar semua superhero nagapoker yang hanya level nonton film bukan pembaca komik, nama Black Panther terasa sangat-sangat nggak familiar di telinga gue. Yah kalian tahu lah. Paling yang orang macam gue tau ya seputar yang udah nongol filmnya aja (you name it..The Avengers, Iron Man, Thor, Doctor Strange, The Guardian of The Galaxy, The Ant Man dan pokoknya banyak banget dah).


Pertemuan dengan Black Panther itu pertama kali malah bukan dari trailer di YouTube tapi pas nonton Star Wars: The Last Jedi di IMAX Gandaria City beberapa waktu silam. Tau nggak pertama kali jatuh cintanya sama apa? Sama musiknya yang terakhir nongol pas ada closing “Black Panther” (masih penasaran itu tuh “Pray For Me”-nya Kendrick Lamar atau bukan).

Udah sampe situ aja terus tiap nonton film di bioskop itu trailer ya nongol aja terus. Makin dilihat makin seneng sama scene T’Challa tos sama adiknya, Shuri (itu loh yang pake silangin tangan di depan dada) kayaknya pas gitu beat musiknya sama pas mereka tos. Asli kagak penting banget kan. Terus aksennya pas mereka ngomong itu kaya medok-medok Wakanda gitu (apa sehhhhh….). Belum penasaran juga sih sebetulnya pas hanya lihat-lihat trailer.

And then di Twitter mulai ramai ngomongin tapi ya bukan orang Indonesia. Casey Neistat misalnya ampe mohon-mohon dapat tiket ke premiere, terus kalian tau nggak tweet yang ada video anak-anak sekolahan pada dance seneng pas tau mereka bakal nonton Black Panther. Dihajar lagi sama video-video promo di YouTube dan pada bilang karakter-karakter cewek Wakanda tuh kuat banget.

Sebetulnya masih belum penasaran kaya gue penasaran nonton Dilan 1990 (hahaha yakali jangan disamain lahhh dull…). Kebetulan ada waktu, terus film Marvel juga jadi yah nonton deh. Itu juga nontonnya pakai drama karena salah prediksi waktu di jalan. Jadwal nonton yang harusnya pukul 16.00 harus pindah ke 18.30 karena jalan macet. Yah udahlah ga penting juga ini diceritain.

Nah, udah kan tuh. Mulai deh filmnya, gue duduk di satu-satunya kursi yang tersisa, belinya kurang lebih 1 jam sebelum show dimulai. Untung aja kagak amsyong, masih dapat kursi di D1, posisi yang lumayan lah ya (tuh kan untung emang kalau nonton sendiri daripada berdua atau ramai-ramai, selalu bisa dapat kursi walaupun menit-menit terakhir).

Sudah nih mulai. Jadi kurang lebih ceritanya Black Panther tuh ya sebuah negara atau kerajaan di Benua Afrika namanya Wakanda. Kalo lo masuk ke Wakanda ini kelihatannya seperti padang rumput aja, biasa aja. Nggak taunya di dalamnya mereka tuh punya harta berharga yang namanya vibranium, ya sejenis logam gitu tapi kaya komoditas utama kerajaan ini (negara apa kerjaan sih?). Teknologi di Wakanda ini juga nggak main-main. Seakan-akan ingin menunjukkan bahwa di balik anggapan orang tentang Afrika yang selalu penuh derita, kering, tandus, ada loh sebuah kerajaan yang nggak bisa dilihat dengan mata telanjang yang istilahnya nih dari satu kerajaan ini aja bisa ngasih makan satu dunia ampe entah berapa turunan.
Ceritanya ya sebenarnya perebutan takhta kerajaan sih tapi dikemas dengan apik banget sama sang sutradara, Ryan Coogler. Di bawah ini ada beberapa hal yang menarik perhatian gue dan bikin gue selama nonton nggak berhenti bilang “DAMN…KEREN AMAT SIH BOK!”

Who run the world? GIRLS!

Semua yang udah nonton nagapoker pasti setuju kalau para perempuan Wakanda itu nggak ketulungan kerennya. Mulai dari Okoye si Wakanda Warrior paling kece; Shuri, adik dari T’Challa yang sumpah demi apapun gue ngefans parah dengan ke-geeky-an dia bikin semua peralatan dengan teknologi tingkat tinggi di Wakanda; Nakia, ini mantannya T’Challa yang masih nggak bisa move on tipe-tipe cinta ditaro di peringkat nomor 2 yang penting membela negara dan membela hak orang yang tertindas; dan pastinya Ramonda, sang ibu dari T’Challa dan Shuri. Semua perempuan di Wakanda punya kekuatannya masing-masing. Scene yang paling awesome banget tuh pas akhirnya W’Kabi tunduk sama Okoye. Okoye semacam cuma bilang gini “Gue sih cinta ama lo beb, tapi gue lebih cinta ama Wakanda, gue rela mati buat kerajaan ini, nyerah deh lo” trus udah deh W’Kabi bertekuk lutut nggak berdaya. SADIS NGGAK SIH, SIS!

Superhero and diversity

Nggak bisa dipungkiri kalau film Black Panther dibilang radikal karena ada beberapa unsur rasial yang menjadi inspirasi film ini. Bisa dibilang 95% para cast di film ini adalah orang kulit hitam. Dari semua film Marvel, sepertinya hampir nggak pernah diangkat yang se-spesifik ini (mungkin mengikuti arahan Disney yang makin ke sini juga makin ngangkat diversity, lihat aja ada Moana dan Coco kalau mau tahu contohnya). Tapi hal ini justru menarik. Kalau nggak salah ya kemarin ini di Twitter ada yang nge-post juga bahwa selama ini aktor/aktris kulit hitam kurang mendapat tempat dalam scene-scene film Hollywood. Black Panther memberikan angin segar di dunia film superhero Hollywood. Yang ditonjolkan tuh banyak banget. Misalnya bagaimana orang tuh selama ini melihat Benua Afrika sebagai yang terbelakang, perjuangan orang-orang kulit hitam dalam mengangkat hak yang pantas mereka dapatkan, adanya keinginan dan obsesi untuk membalas dendam karena mungkin masa lalu yang kelam. Kalau dipikir-pikir ini berat sih filmnya, biasanya kan nonton film Marvel tuh pengennya duduk tenang aja dihibur. Yang satu ini beda, nggak disuruh mikir berat-berat kok, mungkin cuma otak gue aja yang sibuk menjahit satu aspek ke aspek lain.

Wakanda and its culture

Lelah dengan sesuatu yang Amerika banget setiap ada film superhero, Black Panther menyajikan banyak kearifan lokal yang pastinya awesome banget. Coba lihat deh ritual-ritual mereka saat akan mengangkat raja baru, lalu ada semacam golongan suku misalnya ada yang dari sungai, gunung dan lainnya. Paling gokil sih kostumnya yang benar-benar menggambarkan bahwa di dalam Wakanda tuh beragamnya banget-banget. Diperlihatkan juga bagaimana keputusan-keputusan kerajaan tetap memerlukan para tetua sebagai pemantau. Semua dibalut dengan cantik tapi tetap modern.

Awesome tech built by a woman

Mulai dari bikin kostum yang bisa menyerap kekuatan, teknologi semacam simulator, teknologi untuk bisa menyembuhkan orang, persenjataan yang hi-tech banget, semuanya itu dibuat dari satu otak jenius yang namanya Shuri. Cewek kecil mungil ini karakternya loveable banget. Gayanya tuh anak kekinian banget yang geeky parah dan rasa penasarannya tinggi untuk menciptakan sesuatu. Tipe-tipe yang ceplos dan mengatakan apa yang ingin dia katakan. Shuri bisa dibilang juga sebagai kepala technology lab di Wakanda. Tempat kerjanya tuh jauh masuk ke dalam gunung dan di situ semua teknologi dikembangkan.

A meaningful villain

Satu hal yang nggak kalah hebat adalah bagaimana villain dalam nagapoker ini dibentuk benar-benar manusia yang jelas alasannya kenapa dia jadi jahat. Ya intinya bukan sekadar “Hahahaha…gue monster dari luar angkasa yang ingin datang menguasai bumi ya karena gue pengen aja. Nih gue tembak-tembakin kota elu terus gue nantinya akan berkuasa
Black Panther punya pemahaman yang lebih manusiawi kenapa orang bisa dengan mudahnya membunuh sesamanya, menjadi egois dan ingin membalaskan dendam. Segala sesuatu pasti ada penyebabnya dan yang diambil adalah sisi manusianya. Di akhir cerita pun sang villain, Killmonger menutup kisahnya dengan indah, dia membuktikan bahwa yang dikatakan ayahnya (N’Jobu) adalah benar adanya. Bahkan ada moment-moment di mana sang Ayah tuh sebetulnya menyesal kenapa tidak segera saja membawa pulang anaknya kembali ke Wakanda, mungkin masa depannya akan lebih cerah.

Kesimpulan:
Black Panther adalah film Marvel tapi nggak ada rasa Marvel-nya. Eh gimana? Iya, ini tuh lebih ke perpaduan film kolosal dengan sedikit ala-ala science fiction dipadu dengan drama keluarga. Setelah baca review ini, nggak perlu dibawa berat nontonnya. Di beberapa scene masih ada ketawanya dikit kok, nikmatin aja jokes recehnya. Dan perhatikan benar-benar scene di South Korea…..itu gokils!!
Selamat menonton. Mau di IMAX atau layar biasa juga tak apa, yang pasti jangan nonton bajakan, seriusan sayang banget, jelek pula.

Jumat, 24 Februari 2023

Kuliner Indonesia — Apa kabar di mata dunia?

                                             slot gaccor hari ini



                                            slot gaccor hari ini

Kuliner Indonesia — Apa kabar di mata dunia?


Di Washington DC, dengan populasi 800 ribu manusia — ada 6 food truck dan 1 kedai yang berjualan makanan Indonesia. Food trucks berpindah-pindah dan tidak selalu buka tiap hari, begitupun kedai yang hanya buka ketika ada Farmer’s Market (pasar kaget) saat weekend. Tidak ada restoran ataupun stall yang permanen menyediakan makanan Indonesia.

Bandingkan dengan restoran nagapoker yang ada 177 buah. Resto Vietnam lebih banyak lagi — ada 394 jumlahnya seantero Washington DC*.

Setiap 1 warung jualan makanan Indonesia, ada 25 yang jualan makanan Thailand, dan 56-an warung yang jualan makanan Vietnam.


Lebih ngenes lagi di Chicago — kota dengan penduduk 2,7 juta orang, di awal tahun 2018 ini, tercatat hanya ada 3 restoran masakan Indonesia berdiri di sana.

Juli kemarin, de Quay — salah satu dari tiga resto yang ada tersebut tutup karena nggak laku. Kini hanya tersisa 2 saja — itupun menunya sebenarnya lebih ke fusion “Indonesian Dutch”, bukan murni masakan Indonesia.

Bandingkan dengan jumlah restoran Vietnam yang ada 382 buah di penjuru Chicago, atau resto Thailand yang jumlahnya 276 buah.*

Di kota-kota dunia yang lain nampaknya nasib kuliner Indonesia juga hampir sama. Statusnya “terdengar samar-samar”, atau hampir non-existent. Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 dunia, sepertinya hal ini sulit diterima — tapi memang begitulah adanya.

Upaya Negara


Beberapa hari yang lalu, saya terlibat dalam percakapan di twitter membahas tentang rilis dari Kementrian Pariwisata tentang 5 ikon pilihan kuliner Indonesia.

Sebenarnya hal ini sudah lama ditentukan — sejak April tahun ini (2018). Dari sekian banyak jenis kuliner di Indonesia, 5 yang terpilih adalah:

1. Soto
2. Nasi Goreng
3. Rendang
4. Sate
5. Gado-gado

Pembahasan ini tampaknya muncul dan ramai kembali setelah Jakarta Post mengangkat tema ini di artikel mereka ini.

Dulu ada 30 ikon kuliner


6 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2012 — pernah muncul ikon kuliner tradisional Indonesia yang jumlahnya lebih banyak, tepatnya 30 jenis makanan — yang mewakili hampir seluruh propinsi di nagapoker. Dirilis juga oleh Kementerian Pariwisata.

Konon awalnya cuman ada 10 — tapi kemudian peserta FGD merasa bahwa ini tidak adil bagi provinsi-provinsi lain yang tidak terwakili. Akhirnya, muncullah total 30 jenis kuliner.

Apa saja yang ada di situ? Yang jelas jauh lebih beragam dibanding 5 yang terakhir — antara lain: Klappertaart, Kue Lumpur, Bir Pletok, Pindang Patin, Nasi Tumpeng, Sate Lilit dll — daftar lengkapnya bisa dilihat di sini.

Sekarang jadi cuman 5


Selain di Twitter, rupanya bahasan ini juga lumayan hangat di group Whatsapp JalanSutra yang saya ikuti. Beberapa menyayangkan, kenapa hanya 5 — dan pemilihan menunya pun terkesan “menu biasa saja” — tapi ada juga yang setuju. Saya diem cuman baca aja sih 😛

Apa kabar dengan Gudeg Jogja? Bagaimana dengan Kuah Bugis Gorontalo? Mana ini Coto Makassar? Bubur Manado ngga nongol nih?

Berbagai cuitan dan respon tentang rilis ini bermunculan. Maklum saja — bagi para petualang kuliner yang hobinya berburu makanan ke segala penjuru daerah, nasi goreng itu ngga ada spesial-spesialnya, walaupun udah dipakein telor dua.

Soto malah kelewat banyak versinya — belum ada kesepakatan ketika kita ngomong soto Indonesia itu yang mana. Terlalu banyak jenisnya — kenapa digeneralisir jadi hanya satu saja?

Kisah Pak Eko dan Sushi-nya


*5 tahun yang lalu — TKP di Umaku Tebet

“Ayo Pak, sudah saya pesankan. Nih, Pak Eko harus coba, masakan jepang namanya sushi”
 — saya menyodorkan piring berisikan sakae (salmon) sushi bikinan Chef Uki ke Pak Eko, driver saya.

“Lho, punya Bapak kok nggak pake nasi?” driver saya menunjuk ke piring saya.

“Iya, saya rada kenyang makanya nggak pake nasi. Kalau ini namanya Sashimi..

“Begini cara makannya..” saya mencontohkan dengan mengoleskan sedikit wasabi ke atas potongan salmon, menjepitnya dengan sumpit dan mencelupkan sedikit ujungnya ke soya sauce, lalu melahapnya.

“I..itu mentah ya pak?” Pak Eko bertanya.

“Iya. Coba deh. Kalau sushi yang ada di piring Pak Eko nggak usah dicelupin atau ditambahin apa-apa. Langsung dimakan saja. Bisa pakai sumpit kan?” ujar saya.

“Iya Pak. Biasanya saya makan mie ayam juga pakai sumpit kok..”

“Sebenernya sih pake tangan nggak papa kalau sushi. Malahan kalau di Jepang sana nggak biasa makan sushi pake sumpit”

“Wah jangan Pak, mosok pake tangan kayak makan gorengan..”

Dengan sedikit ragu-ragu, Pak nagapoker meraih sumpit dengan tangan kanannya, lalu menjepit sushi dan mengangkatnya ke depan hidungnya. Dia berhenti sejenak.

“Nggak amis ya Pak?”

“Lho enggak lah. Amis itu kan kalau ikan yang sudah lama, atau bagian isi perutnya. Kalau ini fresh dan memang bisa langsung dimakan mentah..” saya menjelaskan.

10 detik berlalu. Posisi sushi masih sama, didepan hidung Pak Eko.

“Di antara potongan salmon dengan nasi, ada sedikit olesan wasabi. Rasanya agak pedas, tapi bukan seperti pedas sambal. Kalau Pak Eko mau, boleh dicelupin sedikit salmonnya ke soy sauce ini. Rada mirip kecap asin sih rasanya.”

Sushi di ujung sumpit Pak Eko kemudian beranjak menuju mangkuk kecil berisi soya sauce. Sebelum potongan nasi itu tercelup, saya berseru:
“Eh jangan kena nasinya Pak. Nyelupinnya dibalik, salmonnya aja. Kalau nasinya kena nanti berantakan deh..”

Dia menuruti saya, mencelupkan separoh bagian salmon, lalu mengangkat lagi mendekati mulutnya yang terbuka. Pelan. Pelan.

Separoh bagian sushi sudah masuk ke dalam mulut Pak Eko. Pelan tapi pasti, kini sushi hampir seluruhnya masuk, bagaikan gerbong kereta yang masuk terowongan.

Sumpitnya kini sudah terlepas dari potongan sushi tersebut.

Tiba-tiba dia berhenti.

Pak, ngerem Pak..


Dengan gerakan cepat, Pak Eko meletakkan sumpit ke meja, setengah membantingnya — lalu jarinya menarik lagi potongan sushi yang sudah terlanjur masuk ke mulutnya, dan meletakkanya kembali ke atas piring.

Terlihat agak berantakan, tapi semua bagian salmon dan nasi masih utuh tidak berkurang.

“Pak… ngerem Pak. Sampai mulut mau saya telan, tenggorokan saya nggak mau kebuka. Seumur-umur saya belum pernah makan ikan mentah soalnya” ujar dia.

“Waduh.. iya iya.. gapapa. Tak pesenin Yakimeshi saja deh kalo begitu…” jawab saya menenangkan, sambil merasa bersalah.

10 menit kemudian, Pak Eko lahap menyantap Yakimeshi-nya.

“Kalo ini doyan pak?”

“Wah, ya kalo nasi goreng begini saya doyan banget pak..”

Spektrum dan Batasan Selera Manusia


Semenjak kejadian Pak Eko dan Sushi-nya itu, saya tersadarkan bahwa apa yang sanggup kita makan itu tidak bisa lepas dari pengalaman sepanjang hidup kita.

Zona Nyaman Makanan


Bagi sebagian besar kita orang Indonesia, zona nyaman makanan adalah ketika berisikan nasi dan pedas sambal, dan kuah hangat gurih.

Zona selera Pak Eko. Sushi yang mentah ada diluar batas ekstrim dia.

Lebih gampang buat orang seperti Pak Eko untuk menerima Yakitori (daging bakar), Yakimeshi (mirip nasi goreng), dan Ramen (mirip mie godog) — dibandingkan Sushi atau Sashimi yang sama sekali nggak ada padanannya di kamus pengalaman dia.

Sesukanya-sukanya saya sama Sushi, nggak mungkin juga bakal makan itu setiap hari kayak saya bisa makan telor setiap sarapan. Walaupun saya beberapa kali mencoba blue cheese, bukan berarti saya mau makan itu setiap hari. Makanan itu tidak berada di dalam zona nyaman saya.

Zona nyaman ini terbentuk oleh pengalaman sehari-hari dari kecil dalam keluarga, tingkat jauhnya main kita — dan kebiasaan makan tentunya. Semakin sering coba makanan baru, maka zona nyaman ini juga bakal terus berkembang. Semua orang berbeda, walaupun satu keluarga. Apalagi jika beda negara dan benua.

Konservatif dan Avonturir


Dalam hal selera makanan, saya membayangkan juga bahwa ada golongan yang sangat konservatif — yang hanya mau makan itu-itu saja, dan avonturir — yang sangat liberal dalam mencoba jenis-jenis makanan yang baru. Setiap orang akan berada di satu titik di antara spektrum ini.

Semakin avonturir, semakin lebar ruang antara batas zona nyaman dan zona ekstrim pada selera makanan.

Semakin avonturir orang tersebut, semakin dia bisa fleksibel dia mencoba makanan yang “asing”. Sedangkan konsep “asing” ini mempunyai titik tolak dari zona nyaman yang dibentuk oleh pengalaman dan konteks kultur yang orang tersebut miliki. Semakin jauh dari batas zona nyaman, maka akan dianggap semakin asing.

Bagi saya, mencoba blue cheese yang baunya nggak karu-karuan itu adalah hal yang avonturir, sedangkan makan durian yang gara-gara baunya sampai dilarang masuk pesawat — itu biasa saja.

Lain halnya buat orang Perancis — mungkin yang terjadi adalah kebalikannya. Durian buat mereka bisa jadi adalah material Fear Factor (serial TV jadul yang menantang orang buat melakukan hal aneh-aneh) yang kena baunya saja bikin mereka bisa muntah.

Buat Pak Eko, makan sushi yang notabene adalah ikan mentah adalah diluar ambang batas avonturir atau melewati batas zona ekstrim dia, yang selama hidupnya punya konsep bahwa ikan itu ya digoreng atau dibakar. Ngga ada ceritanya ikan dimakan mentah — dan dia tidak pernah melihat atau mendengar cerita dari keluarga dan teman-temannya tentang orang yang memakan ikan mentah hasil pancingan.

Tantangan makan sushi bagi Pak Eko mungkin sama levelnya dengan tantangan makan balut (telor yang berisi embrio udah hampir jadi ayam) dari Filipina buat saya. Ngga akan kemakan karena (saat ini) ada diluar batas zona ekstrim saya

Tapi untuk Yakimeshi — Pak Eko yang sudah terekspos dengan konsep nasi yang dicampur sayuran, telor dan daging dan dimasak dengan sedikit minyak a.k.a nasi goreng, gampang buatnya untuk mencerna.

..artikel ini sepertinya sudah mulai panjang dan membosankan 😔 Lalu sebenarnya hubungannya sama Kuliner Indonesia di mata dunia itu apa?

Kuliner Indonesia untuk Dunia


Diantara polemik dan banyaknya yang tidak setuju tentang daftar 5 terakhir penyederhanaan ini — saya termasuk yang setuju.

Ngaku saja — dari daftar 30 ikon kuliner tradisional yang di rilis Kemenpar ini, memangnya kalian sudah coba semuanya? Kalau saya jujur belum semua tuh, padahal saya (ngaku) lumayan avonturir dalam coba-coba makanan.

Kalau kita yang orang Indonesia saja belum semua — apa lagi orang asing?

Indonesi-what?


Di negara lain — contohlah Amerika; hanya orang-orang yang tinggal di kota besar dan terekspos ke pergaulan internasional saja yang tahu tentang Indonesia. Taunya pun Bali duluan sebagai “pulau liburan”, baru Indonesia. Sebagian yang lain lagi? Bener-bener ngga tau apa itu Indonesia.

Percaya nggak? Saya bahkan pernah mengalami — pada suatu hari di Kansas City — harus menjelaskan bahwa ada negara bernama Indonesia, yang lokasinya deket dengan Singapura, tapi besarnya juauh lebih besar berpuluh kali lipat? Iya beneran — boleh dibaca di sini ceritanya.

Rawon is some kinda black beef stew made with no-more-poisonous-spice-but-once-were..


Bagaimana kita menjelaskan tentang “bir pletok” ke orang US — misalnya? “Drinks made from spices that’s actually not a beer?”

Atau gimana caranya menceritakan tentang rawon? “Black beef stew with poisonous-no-more spices?”**

Penjelasan ini mungkin bisa diterima sebagai hal yang menarik untuk orang-orang bule yang cukup avonturir dalam hal makanan. Mereka akan menerimanya sebagai tantangan dan tidak ragu buat makan. Tapi berapa sih persentasenya? Dan berapa yang lalu mau menerima menu itu dalam zona nyaman-nya?

Makanan adalah produk karya seni budaya


Makanan adalah jenis produk seni budaya yang sangat unik. Untuk menikmati jenis seni ini, kita harus merelakannya untuk masuk dalam tubuh kita. Tidak seperti lukisan atau seni rupa yang cukup dilihat, atau musik yang didengar — makanan adalah kombinasi semuanya.

Dari mata yang menikmat warnanya, hidung yang mencium aromanya, lidah yang mencecap rasanya, dan telinga yang merasakan getaran suara beradunya gigi, lidah dan semua bahan yang akhirnya melebur menjadi satu dalam tubuh kita.

Setiap karya makanan yang dihasilkan oleh Chefs & Culinary Artists akan menyatu dengan tubuh penikmatnya. Jenis penghargaan seni apa yang lebih tinggi dibanding ini?

Dan karena sifatnya ini, tidak mungkin bisa kita semena-mena membuat sebuah daftar menu tanpa memperhatikan sama sekali siapa yang akan menyantapnya.

Agar makanan Indonesia bisa diterima


Bagi saya, cara yang paling tepat mengenalkan Kuliner Indonesia tidak dimulai dari “Nih deretan menu yang kita punya, enak semua silahkan dicoba” — tapi melalu pendekatan terbalik, dari mempelajari zona nyaman konsumen negara atau pasar tujuan.

Pada kasus Amerika, populasi orang Indonesia tidak terlalu banyak seperti China. Kita juga tidak punya sejarah perang dan akulturasi sejarah seperti Vietnam.

Alih-alih membuat restoran “Indonesian Authentic Cuisine” dengan 30 jenis menu otentik di Chicago — yang membuat orang kebanyakan mengernyit ketika membaca menu-nya, sepertinya lebih efektif pendekatan gerilya ala food trucks seperti yang dilakukan oleh Sate Truck di Washington DC ini. Menu utama yang paling laris? Sate Ayam dan Bakwan.

Atau, belajar dari The Rice Table — sebuah katering Indonesia yang sudah berjalan sejak 10 tahun yang lalu, mereka selalu menyajikan menu yang kontekstual, sesuai dengan zona nyaman konsumennya tanpa harus mengurangi originalitas dari masakan Indonesia.

Menu yang paling laris ketika mereka buka stand di festival Jazz tahunan? Ayam bakar kecap dan Rendang Burger/Hotdog.

Kenapa menu itu yang laris? Hipotesis saya adalah:

  • Kultur BBQ a.k.a daging bebakaran sudah ada di US sejak dulu. Sate Ayam is just another Chicken Skewer Grill with Peanut Sauce — Indonesian Style. Ayam Bakar Kecap juga sama.
  • Konsep Deep Fried juga sudah diterima dengan baik — ditengarai dengan Fried Chicken yang ada dimana-mana, itu kenapa Bakwan juga mudah diterima. It’s just another Vegetable Fritter.
  • Rendang bisa diterima dengan mudah ketika disajikan dengan bun/roti hotdog atau roti hotdog. Bagi kita mungkin ini aneh — tapi budaya makan daging-dijepit-roti itu adalah hal sehari-hari.

Summary


Buat saya, 5 ikon kuliner yang dipilih untuk mewakili Indonesia untuk dunia Internasional itu lebih masuk akal dibandingkan 30 daftar yang dulu. Mungkin sih (semoga) peruntukannya berbeda. Yang satu buat ke luar negeri, yang satu buat ke dalam negeri.

Piramid populasi orang avonturir vs konservatif. Bayangkan jika ini sebagai target market konsumen kita.

Tapi itu saja tidak cukup. Marilah tidak terjebak untuk berbicara kuliner (Indonesia) hanya dari kacamata produsen saja. Setiap ada usaha memperkenalkan ke dunia luar, selalu perhatikan konteks kuliner negara tujuan.

Pelajari zona nyaman selera mayoritas penduduknya, perkenalkan menu dimulai dengan yang mudah diceritakan, yang familiar dengan budaya mereka.

Dan juga, janganlah hanya mentargetkan “komunitas orang Indonesia” sebagai konsumennya kalau bikin resto di luar negeri. Percayalah, itu bagaikan hanya masturbasi saja.

Artikel ini ditulis sebagian karena pengalaman penulis selama seminggu di Chicago dan Washington DC — dan sempat masak Sate Ayam + bikin Sambal tasting buat akamsi Chicago. .

Penulis adalah pendiri dari food/tech startup bernama Kulina.id, platform langganan kuliner dari katering dan restoran yang melayani Jakarta dan sekitarnya.

Aktif juga sebagai board di Asosiasi FoodStartupIndonesia. Suka masak dan sering upload foto makanan di akun instagramnya, dan kadang menulis resepnya di blog pribadinya.

*) Data dari Yelp
**) Rawon dibuat dengan bahan utama Kluwek, buah yang ketika mentah racunnya mematikan.

Kamis, 23 Februari 2023

Komika Fico dan Uus “Kebablasan” Merintis Bisnis Makanan

                                            slot gaccor hari ini



                                           slot gaccor hari ini

Komika Fico dan Uus “Kebablasan” Merintis Bisnis Makanan

Siapa yang tahu film kartun nagapoker Tsubasa”? Serial Anime bertema Sepakbola ini menjadi inspirasi duet Stand Up Comedian Fico Fachriza dan Rizky Firdaus Wijaksana alias Uus dalam melebarkan sayapnya di bidang kuliner; yaitu makanan khas Turki, Kebab. Jagan bingung ya jika meraka menamakan Bisnis kulinernya “Kebablasan Nankatsu”.

Selain dikenal sebagai komika dengan lelucon khasnya masing-masing, Uus juga sibuk wara-wiri nge-host di banyak stasiun televisi swasta. Begitu juga dengan Fico dengan padatnya jadwal promo film barunya. Namun hal ini tidak mengurungkan niat mereka untuk belajar berwiraswasta.

Ditemui langsung di warung kebab miliknya yang buka mulai sore hingga malam hari di Jl. Meruyung Raya, Depok, Fico terlihat sedang memasak kebab dan melayani langsung pelanggannya. Komika bertubuh tambun ini juga menceritakan sedikit tentang keberaniannnya bersama Uus dalam merintis usaha sampingan di bidang kuliner.

Fico sedang memasak kebab (Foto: Ardiansyah)

Mengapa memilih Kebab sebagai bisnis kuliner?

Fico: Gak milih sih, ya berjalan begitu aja tiba-tiba. Awalnya cuma iseng bercanda tebak-tebakan sama Uus:

“Makanan apa yang bisa bikin celaka?”
“Kebab!”
“Lho, kok bisa?”
“Iya, Kebablasan”

Lalu dibalas lagi dengan tebak-tebakan lain:

“Kebab apa yang berasal dari Jepang?”
“Gak ada lah, kebab kan dari Turki”
“Ada, Kebablasan Nankatsu!”
“Wahahaha bagus tuh bagus. Yuk bikin!”

Akhirnya bikin deh usaha “Kebablasan Nankatsu” ini. Simpel kan?”

Kendala apa yang dialami saat memulai usaha ini?

Kendala pasti ada, tapi sejauh ini masih aman saja dan belum ada kendala yang menghambat. Mungkin lebih ke cara promosinya. Sejauh in masih mulut- ke mulut, dan kami akan coba bergerak lewat nagapoker dan dibabtu oleh teman teman untuk menyebarkannya lewat dunia maya.

Apa yang berbeda dari “Kebablasan Nankatsu”?

Fico: Sesuai namanya, Kebab kita mengusung tema Film Kartun yang nge-hits di tahun 2000-an, yaitu “Captain Tsubasa” dengan nama-nama tokohnya. Selain Tsubasa sebagai tokoh utama, ada juga nagapoker Jun yang juga jago main sepakbola, tapi punya penyakit jantung.

Kebab itu kan isinya kolesterol semua; ada dagingnya yang banyak, keju, telor, dan bahan lainnya yang bisa memacu penyakit jantung jika terlalu sering di konsumsi. Ya, makanya iuran BPJS nya jangan lupa dibayar ya, Hehehehe.

Karena itu nama tokoh Misugi Jun jadi salah satu nama menu favorit kebab kami. Selain itu ada juga menu Kebab Tendangan Pisang dengan topping pisang dibalut dengan susu. Ada lagi menu baru Kebab Roberto Hongo (Pelatih Tsubasa); yaitu kebab isi mi goreng, seperti rambutnya Roberto Hongo yang keriting dan berwarna coklat.

Kenapa tidak pakai nama Fico dan Uus untuk bisnis kebab ini?

Fico: Sempat disarankan oleh para pebisnis yang sudah sukses. Namun hal itu kami anggap sebagai perbedaan konsep dalam berbisnis. Kami ingin berbisnis dengan “happy” dan bisa mensejahterahkan orang lain (teman-teman yang belum bekerja), meraup keuntungan yang sebesar-besarnya bukanlah hal yang utama. Selain belajar berbisnis, disini Gua pribadi bisa belajar masak, dan juga manajemen bisnis. Uus juga selalu memberikan ide-ide unik dan lucu demi berkembangnya bisnis kami.

Adakah rencana untuk buka cabang di tempat lain? Kenapa Depok dipilih sebagai lokasi pertama usaha ini?

Fico: Tidak menutup kemungkinan sih untuk buka di daerah lain, namun kami masih fokus di satu cabang dulu. Sebagai warga Kota Depok tentu punya banyak teman-teman juga yang tinggal di sekitar Depok. Di sini juga cukup strategis dan ramai orang lalu lalang.

Kebablasan Nankatsu (Foto: Ardiansyah)

Buat yang lagi mampir ke Depok jangan kaget ya kalau lihat finalis Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) season 3 ini sedang sibuk di depan kompor untuk meracik kebab. Jangan ragu juga untuk teriak: “Bang, kebab ‘Misugi Jun’-nya satu porsi, ya!”.


Rabu, 22 Februari 2023

Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung

                                           slot gaccor hari ini



                                          slot gaccor hari ini

Hati-Hati Dengan Orang Tipe Saudara Sekampung


“Tenang aja, percaya deh sama nagapoker.”
Kalimat itu saya denger paling ngga dua kali dalam satu tahun ini, dan dua-duanya membawa pengalaman yang kurang menyenangkan.

Yang pertama, saat saya akan menyewa flat di Singapore. Lingkungan rumahnya nyaman, ukurannya cocok, pokoknya semua pas. Hanya ada satu kurangnya: ada sedikit bocor di ruang dapur.
Saat wajah saya dan istri terlihat agak ragu, agen rumah dan menantu pemilik rumahnya mengatakan “Tenang aja, bocor seperti ini paling dua bulan beres, percaya deh sama saya.”
Sekarang, hampir satu tahun saya menyewa flat itu, kebocorannya belum juga diperbaiki.

Yang kedua, saat saya akan pindah kerja. Negosiasi gaji berjalan kurang mulus, karena gaji yang ditawarkan kurang dari yang saya minta. Tapi headhunternya mengatakan “Tenang aja, dalam 3 bulan, begitu lulus percobaan, gajinya bakal sesuai dengan yang diminta, sekarang terima aja dulu penawarannya, percaya deh sama saya.”
Setelah lulus percobaan tiga bulan, gaji saya ngga mengalami kenaikan sedikitpun.

Alami hal itu beberapa kali, dan pandangan Anda terhadap indahnya hidup bisa jadi akan berkurang.

Jangan percaya kepada orang yang mengatakan bahwa nagapoker jujur, dan jangan pernah percaya kepada keramahan yang berlebihan. -Peribahasa Cina

Apa kesalahan saya? Percaya kepada orang lain?
Menurut saya, percaya kepada orang lain itu baik, jauh lebih baik daripada selalu berburuk sangka kepada orang lain.
Lalu, dimana salahnya? Atau, ketimbang mencari-cari siapa yang salah, bagaimana cara mengatasinya?

Orang-orang diatas itu tipe saudara sekampung yang selalu mengatakan “Tenang aja, kita kan saudara, percaya deh sama saya.”
Cara mengatasinya gampang: buat semuanya tertulis. Perjanjian apapun, perkataan apapun.
Hal ini berlaku dimanapun: kantor, bisnis, kehidupan sosial.

Keliatannya sederhana, tapi kebanyakan dari kita menganggapnya terlalu sederhana dan ngga diperlukan, sampai kita merasa dirugikan, dan ngga ada yang bisa kita lakukan.

Ngga semua perlu menggunakan tandatangan diatas materai, atau di depan notaris. Untuk kasus pertama saya, seharusnya hari itu juga saya mengirimkan email kepada menantu pemilik rumah, mengucapkan terima kasih atas waktunya, dan mengulang janji dia untuk bisa memperbaiki kebocoran itu dalam 2–3 bulan. Dan saya harus terus mengirim email sampai dia membalas dan mengatakan ‘Iya’.

Paling ngga saya dapet pelajaran berharga. Beberapa kali saya berhasil menghindari debat kusir dengan nagapoker, karena saya memiliki ‘bukti’ email dan chatting. Bahkan saya mengambil snapshot dari percakapan chatting untuk ‘jaga-jaga’.
Percaya boleh percaya, tapi Anda harus selalu siap jika orang lain mengalami ‘kehilangan ingatan’: Email atau catatan Anda bisa membantunya mengembalikan ingatan.

Bagaimana menurut Anda?

Salam Insan Super!
Borrys Hasian

Selasa, 21 Februari 2023

SONY Bravia OLED, Pilihan Mewah Bagi Pecinta Film dan Games

                                          slot gaccor hari ini



                                          slot gaccor hari ini

SONY Bravia OLED, Pilihan Mewah Bagi Pecinta Film dan Games


Dunia entertainment terus menerus mendapatkan invoasi nagapoker. Tidak hanya dalam proses produksi kontennya tetapi juga dalam hal presentasinya. Sebab tanpa teknologi presentasi yang baik sebuah karya entertainment seperti games ataupun film, penonton bisa jadia akan merasa tidak puas dengan hasilnya.

Itu sebabnya SONY, sebagai perusahaan teknologi terkemuka dunia awal tahun ini mengumumkan televisi flagship SONY Bravia OLED di ajang CES 2017. Televisi terbaru yang mengusung teknologi layar OLED yang dikombinasikan dengan high dinamic range (HDR) processing dan sound accoustic surface. Televisi terbaru bagi para pecinta ketajaman warna.

Setelah kurang lebih 9 bulan, SONY Bravia OLED pun akhirnya masuk ke pasar Indonesia. Dalam perkenalannya kemarin (16/9) di Surabaya, SONY Indonesia mengungkapkan bahwa produk ini merupakan masa depan bagi home entertainment. Alasannya adalah karena SONY merasa sangat percaya diri dengan produk televisi teranyarnya ini dan mengajak para pecinta entertainment untuk merasakan dunia baru seutuhnya, Experience a Whole New World.

Pengalaman yang benar-benar baru itu suguhkan dengan teknologi layar OLED. Teknologi layar yang mampu menciptakan pencahayaan layar yang mandiri dengan detil sampai ke setiap pixel. Artinya, setiap pixel akan menghasilkan warna dan cahaya secara individual.

Dibandingkan dengan sistem LED, sistem ini memiliki keunggulan berupa ketajaman warna hitam yang benar-benar hitam. Sebab saat gambar menunjukkan warna hitam, OLED pixel akan berada dalam keadaan mati. Hasilnya adalah gambar yang benar-benar kontras dan jernih. Dan dari segi konsumsi energi, sistem ini relatif lebih hemat listrik.

Mulanya nagapoker mengira bahwa teknologi OLED ini adalah teknologi yang benar-benar baru diluncurkan. Namun ternyata SONY Indonesia mengungkapkan bahwa teknologi ini telah ada sejak tahun 2007 dan SONY adalah brand yang pertama kali menggunakannya untuk konsumen ritel. Dan rasanya teknologi ini telah lama digunakan di dalam industri perfileman karena memang mampu memberikan kalibrasi warna yang akurat.

Tidak cukup dengan teknologi OLED, SONY pun mengkombinasikannya dengan teknologi image processing HDR yang selama ini hanya terdapat di gadget fotografi seperti kamera maupun smartphone. Oleh beberapa situs ulasan teknologi, penggunaan image processing HDR ini diperkirakan akan menjadi tren masa depan layar televisi.

Tidak tanggung-tanggun, SONY dalam mengembangkan teknologi image processing HDR ini bahkan harus mengembangkan chip processor khusus, X1 Extreme 4K HDR.

Usaha SONY rasanya tidak sia-sia, berkat layar OLED dan image processing ini, setiap gambar yang tampil dalam SONY Bravia OLED akan tampak terang, kontras, dan merata. Artinya bagian yang telah terang akan tetap terang, sedangkan bagian yang lebih gelap akan diproses menjadi lebih cerah. Sehingga akan lebih sedikit menghasilkan gambar siluet.

Serunya lagi, televisi ini sudah mampu untuk menampilkan visual HDR 4K dan juga gambar kualitas Dolby Vision. TEKNOIA merasa bahwa dengan kemampuan ini kualitas gambar yang dihasilkan bisa jadi sama baiknya atau bahkan lebih jernih bila dibandingkan dengan bioskop. Terlebih tv ini telah dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi sehingga jadi pilihan sempurna untuk menonton film dan video streaming lewat Youtube ataupun Netflix.

Selain itu dari segi desain, layar OLED hanya memerlukan ruang yang cukup tipis. Sehingga televisi akan mampu di desain hanya dengan ketebalan kurang dari 1 inch.

Tidak ketinggalan, SONY Bravia OLED juga merupakan televisi yang sudah 4K dengan tingkat resolusi sebesar 3860x2160. Dengan bezel yang tipis tv ini mampu memanjakan penggunanya dengan gambar yang amat luas dan detil.

Momok dari seorang editor film, fotografi ataupun desainer grafis kerap kali adalah persoalan kalibrasi warna. Khususnya warna hitam yang sering kali dalam sebuah layar masih terlihat agak keabuan dan bukan hitam. Hal ini menjadi penting sebab warna hitam adalah warna yang krusial sebab akan menentukan tingkat kontras sebuah visual.

Dalam demo perbandingan produk, SONY Bravia nyatanya mampu menunjukkan bahwa produknya memang benar-benar jernih. Seperti di gambar berikut misalnya. Produk serupa yang mengusung teknologi OLED, nyatanya belum mampu untuk menghasilkan hitam yang benar-benar hitam.

SONY Bravia OLED menampilkan warna hitam yang benar-benar hitam (Foto: Bagus DR)

Layar sebelah kiri pixel hitam terlihat keabuan (Foto: Bagus DR)

Tampak di televisi kiri layar terlihat agak keabuan sedangkan layar kanan, SONY Bravia OLED terlihat benar-benar hitam. Kami cukup terkejut ketika ternyata perbedaan tersebut juga dapat ditangkap oleh kamera DSLR 550D (mulanya kami ragu apakah kamera kami mampu untuk memperlihatkan perbedaannya).

Bandingkan tv kanan dan kiri, perhatikan gambar burung (Foto: Bagus DR)

Selain itu, dalam uji kontras, SONY Bravia OLED rupanya mampu untuk menampilkan warna yang lebih kaya. Terlihat dari uji berikut yang membandingkan antara Bravia OLED dengan produk OLED lainnya. (Layar di kiri tidak mampu untuk menampilkan gambar burung sementara Bravia OLED mampu melakukannya dengan tingkat setting gambar dan materi visual yang sama).

Belum puas dengan hanya memberikan kualitas gambar yang prima, SONY Bravia OLED juga memberikan kualitas sistem suara yang unik. Yakni dengan mengusung teknologi accoustic surface yang membuat produk ini mampu untuk menghasilkan suara yang semirip mungkin dengan situasi pada gambar. Misalnya saat suara berasal dari sisi kiri layar, maka suara akan aktif dari kiri. Rahasia dari kemampuan ini adalah sistem speaker yang menggetarkan layar sehingga seakan-akan suara muncul dari layar.

SONY Indonesia menjelaskan bahwa sistem ini adalah sistem yang sangat berbeda bila dibandingkan dengan televisi konvensional yang menempatkan sistem suaranya di luar dari ‘tubuh’ televisi. Akibatnya suara hanya berasal dari satu sumber saja sehingga tidak mampu untuk menghasilkan kualitas suara layaknya sebuah bioskop. Selain itu, sistem ini memberikan ruang bagi desain SONY Bravia OLED untuk tidak ‘terkotori’ dengan tampilan nagapoker. Desainnya menjadi sangat simpel namun tetap elegan dan mewah.

Namun sayang, sistem ini rasanya akan terbuang sia-sia bila SONY menyasar pasar pecinta film dan gaming. Sebab movie anthusiast dan gamer pada umumnya lebih menggunakan sistem suara eksternal ataupun headset. Pun subwoofer yang dipasang di panel belakang tidak akan berfungsi banyak apabila tv ini ditempelkan di dinding.

Kombinasi antara layar OLED, HDR image processing dan accoustic surface membuat SONY Bravia OLED menjadi produk yang unggul. Tidak heran bila kemudian produk ini mendapatkan penghargaan Reddot Award 2017 dengan predikat best of the best. Salah satu penghargaan desain paling prestise di dunia dari Jerman.

Desain panel belakang yang simpel dan masih mengakomodir kabel antena (Foto: Bagus DR)

Televisi ini diharapkan untuk bisa memikat para pecinta film dan games yang ingin mendapatkan pengalaman premium. Bagi kawan yang jatuh cinta dengan televisi yang memiliki 8 juta pixel ini, SONY Indonesia memasarkan SONY Bravia OLED A1 yang berukuran 65 inch dengan kisaran harga Rp 60.000.000. Sementara untuk ukuran 55 inch dibanderol berkisar Rp 40.000.000.

Keduanya telah dilengkapi dengan Androidtv berbasis Android Nougat 7.0, Wi-Fi 802, bluteooth 4.1, 4 koneksi HDMI HDCP 2.2, dan 3 USB connector. Spesifikasi lebih lengkap bisa kunjungi situs resmi SONY Indonesia.


Kami merasa bahwa televisi ini memang memberikan pengalaman yang baru dalam menikmati entertainment. Untuk kawan yang ingin memiliki tv ini, pertimbangkan baik-baik kebutuhan. Sebab dengan kemampuan menampilkan warna true black sejatinya layar ini cocok untuk keperluan grafis maupun editing. Namun ukurannya yang sangat besar hanya membuatnya cocok digunakan untuk menonton film dan gaming.

                                                                                                    BO GACOR 2023