cerita hidup
Selasa, 21 November 2023
Senin, 20 November 2023
sulit paham tentang orang brengsek
Kumpulan artikel di Inc. yang ‘anak kecil’ sulit paham tentang orang brengsek terutama di dunia profesi
Tapi semoga saya salah, yang itu artinya nagapoker kecil tsb hanya ngga berani ungkap dan atau berharap lebih parah lagi jika mendukungnya biar bisa ikut ‘tenar’, jangan kaget, ini hal biasa yang tidak boleh dibiasakan. Padahal Allah itu powernya luar biasa dan teratas sih apalagi kalau makhlukNya sampai tingkatannya mendzalimi orang, kebukti kan.
Saya liat sendiri koq di salah satu komen dari hal viral, yang bilang “sebenarnya udah lama ingin bilang tapi memutuskan untuk nagapoker aja.” Ya karena perjalanan karir mereka baru aja mau dimulai. Kerja remote menjauh dari negeri ini pun, ibaratnya ke luar negeri agak sulit karena minimnya pengalaman misalnya dan selain juga kemampuan bahasa inggris, yang memang tergantung masing-masing kemampuan (doesn’t mean bhs inggrisku fluent, tyduck sih terus terang). Butuh orang yang powerful atau at least followers banyak yang berani ungkap, baruuuu pada muncul. Muncul kebenaran yang jelas.
Ini saya share semua sih di nagapoker. Entah darimana ngga sengaja nemu, lupa (update ternyata emang penulisnya baru aja update di twitter, saya emang follow), related semua articlenya waw, ngga indon banget. Ya penulisnya ternyata sama semua sih Jessica Stillman.
Sabtu, 16 September 2023
Gunung Gede
Gunung Gede
Cerita ini sebenarnya sudah pernah viral dan dibicarakan oleh kawan-kawan penikmat klenik diseluruh Indonesia, kali ini akan di Re-writte di Paragram.id.
Seperti apa kisahnya langsung aja kita simak barengan deh.
Cerita seram gunung gede
PENGALAMAN ini diceritakan oleh seorang perempuan pendaki bernama Asyria Putri. Kisahnya kemudian disebarkan oleh akun kumpulan pendakian gunung di Instagram @mountnesia hingga menjadi viral.
Gunung Gede (couchsurfing.com)Dada terasa ikut sesak tanpa disadari ketika tanpa sengaja larut dalam kisah Putri yang dia ceritakan. Mulanya Putri dan teman-teman hendak mendaki Gunung Gede lewat jalur Putri belum lama ini dari Cibinong. Dari kisah yang diceritakan, awalnya tidak ada perasaan janggal pun pikiran buruk. Hingga tiba di Surya Kencana, lembah indah di Gunung Gede, Putri masih belum menemui hal aneh.
Hari berganti, Putri dan teman-teman merasa terlambat untuk melakukan pendakian menuju puncak, namun tetap semangat. Setibanya di puncak semua hal masih terasa normal bagi Putri, meskipun kabut turun, sehingga menutupi pemandangan agung dari puncak gunung.
Singkat cerita mereka kembali ke tenda dan memutuskan untuk turun dari lembah Surya Kencana sekira pukul 13.30 wib. Perjalanan masih tetap normal Putri rasakan, lalu bertemu dengan tiga orang pendaki lain yang tengah memapah teman perempuannya bernama Vina yang cedera.
Mereka pun menghubungi petugas untuk membantu Vina turun lebih cepat dan aman. Namun, petugas belum juga datang hingga mereka pun harus beristirahat dan menghentikan perjalanan karena hujan turun cukup deras disertai petir dan kilat, ditambah hari yang mulai gelap, maka sempurna sudah suasana tercipta jadi kian mencekam.
Sesekali mereka semua mengobrol, Vina pun terus dialihkan perhatiannya agar tidak melamun, namun nahas menimpanya. Tubuh Vina mendadak menjadi dingin, lemas, dan tidak sadar. Salah seorang kawannya langsung berusaha menyadarkan Vina, ditepuk-tepuk pipinya, sambil meyakinkan Vina mereka akan segera tiba di bawah, dan pulang.
Vina sempat tersadar, tapi tatapannya kosong, wajahnya memutih, pucat kesi, di saat yang bersamaan hujan kian deras, petir menyambar-nyambar, Vina malah semakin parah, dia mengeluarkan suara aneh, tatapannya membuat siapa saja yang melihat merasa ingin lari secepat mungkin menjauhinya.
Tapi tidak, Putri dan teman-temannya yang berada dalam tenda tidak lantas meninggalkan Vina seorang diri, mereka lantas membacakan doa-doa berharap Vina tersadar.
Ilustrasi (Satu Jam)Lepas dari Vina yang akhirnya sadar, masih ada satu lagi kawan Putri yang berlaku aneh, Dinda. Dia mulai muntah-muntah dan menangis sejadi-jadinya sambil tersenyum. Dinda pun sadar kembali setelah 16 pendaki lain yang berada dalam satu tenda itu membaca doa bersamaan.
Setelah Dinda, kembali Vina cekikikan tiba-tiba, membuat tiap orang yang ada di bawah tenda ingin mengambil langkah seribu. Namun, di tengah-tengah Vina yang tertawa bak hantu kuntilanak, Dinda kembali menangis, singkat cerita saat dua pendaki perempuan ini tersadar mereka pun panik, ketakutan, dan minta ingin segera pulang, pendaki lain berusaha menenangkan.
"Iya, jangan nangis, Din, hujan udah reda, jangan panik, bacaan doa ya, Din," ucap Putri.
Di perjalanan menuju base camp, rombongan pendaki ini bertemu dengan petugas, yang ternyata malah marah karena ada tenda yang dibangun di pinggir trek, dan melanjutkan pendakian. Akhirnya rombongan tetap turun, dengan beberapa orang lebih dulu melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Vina yang kondisinya masih belum stabil.
Sementara rombongan terpecah jadi dua, rombongan tempat Putri turut serta yang masih ada di perjalanan menuju Pos 2, tiba-tiba melihat hal yang mengejutkan.
"Astagfirullahal'adzim!" teriak Putri.
Pendaki lain yang satu rombongan pun panik. Bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi. Ternyata, Putri melihat ada gunungan sampah di trek yang dilaluinya. Namun, mereka tidak bisa membawa sampah itu turun kar terlalu banyak, maka memutuskan untuk memberitahu petugas, setibanya di bawah.
"Ya Allah!" Putri yang ada di barisan tengah kembali tercengang, dia kembali melihat gunungan sampah kali ini di bawah pohon. Rasa penasarannya membesar, hingga Putri memaksa pendaki lain di belakangnya untuk menyoroti senter ke arah sampah itu, namun setelah diperjelas ternyata tidak ada sampah satu pun, kosong. Putri lantas semakin tercengang lagi dan bertanya-tanya dalam benaknya kemana perginya sampah besar yang tadi dia lihat, apa mungkin tikus hutan?
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Putri merasa jari-jarinya kram, namun dengan sisa tenaga yang dimilikinya, perjalanan tetap dilanjutkan. Setibanya di Pos 2, mereka beristirahat, merajang air, menyeduh kopi, dan membuat minuman penghangat tubuh lain. Ternyata di Pos 2 sudah ada dua orang pendaki yang tadi bertugas antar Vina ke base camp, namun tidak ada Vina bersama mereka, karena petugas yang sempat naik dan marah-marah telah membawa Vina turun lebih dulu.
Tiba-tiba Putri merasa sesak napas. Dadanya seperti terhantam bola basket keras, badannya lemas, teman-temannya panik, dan disaat bersamaan dia merasa ukuran badannya mengecil, lebih kecil dari biasanya, dan dari teman-teman sekeliling.
Sampai pada akhirnya Putri sadar berkat doa-doa yang dipanjatkan. Persis seperti Dinda dan Vina, Putri yang sempat berteriak keras dan menangis tanpa ia sadari pun bersikeras minta pulang dan keluar dari kawasan gunung.
Sebelum tiba di Pos 1, mereka kembali diuji nyalinya. Ada seperti hantaman besar hingga membuat mereka bergoyang sekejap seperti sedang gempa. Disusul salah seorang pendaki kejang sambil melotot ke atas. Kembali dengan doa dan menggantikan baju pendaki tersebut, dia pun sadar.
Minggu, 10 September 2023
Cerita Seram Gunung Gede
Cerita ini sebenarnya sudah pernah viral dan dibicarakan oleh kawan-kawan penikmat klenik diseluruh Indonesia, kali ini akan di Re-writte di Paragram.id.
Seperti apa kisahnya langsung aja kita simak barengan deh.
Cerita seram gunung gede
PENGALAMAN ini diceritakan oleh seorang perempuan pendaki bernama Asyria Putri. Kisahnya kemudian disebarkan oleh akun kumpulan pendakian gunung di Instagram @mountnesia hingga menjadi viral.
Gunung Gede (couchsurfing.com)Dada terasa ikut sesak tanpa disadari ketika tanpa sengaja larut dalam kisah Putri yang dia ceritakan. Mulanya Putri dan teman-teman hendak mendaki Gunung Gede lewat jalur Putri belum lama ini dari Cibinong. Dari kisah yang diceritakan, awalnya tidak ada perasaan janggal pun pikiran buruk. Hingga tiba di Surya Kencana, lembah indah di Gunung Gede, Putri masih belum menemui hal aneh.
Hari berganti, Putri dan teman-teman merasa terlambat untuk melakukan pendakian menuju puncak, namun tetap semangat. Setibanya di puncak semua hal masih terasa normal bagi Putri, meskipun kabut turun, sehingga menutupi pemandangan agung dari puncak gunung.
Singkat cerita mereka kembali ke tenda dan memutuskan untuk turun dari lembah Surya Kencana sekira pukul 13.30 wib. Perjalanan masih tetap normal Putri rasakan, lalu bertemu dengan tiga orang pendaki lain yang tengah memapah teman perempuannya bernama Vina yang cedera.
Mereka pun menghubungi petugas untuk membantu Vina turun lebih cepat dan aman. Namun, petugas belum juga datang hingga mereka pun harus beristirahat dan menghentikan perjalanan karena hujan turun cukup deras disertai petir dan kilat, ditambah hari yang mulai gelap, maka sempurna sudah suasana tercipta jadi kian mencekam.
Sesekali mereka semua mengobrol, Vina pun terus dialihkan perhatiannya agar tidak melamun, namun nahas menimpanya. Tubuh Vina mendadak menjadi dingin, lemas, dan tidak sadar. Salah seorang kawannya langsung berusaha menyadarkan Vina, ditepuk-tepuk pipinya, sambil meyakinkan Vina mereka akan segera tiba di bawah, dan pulang.
Vina sempat tersadar, tapi tatapannya kosong, wajahnya memutih, pucat kesi, di saat yang bersamaan hujan kian deras, petir menyambar-nyambar, Vina malah semakin parah, dia mengeluarkan suara aneh, tatapannya membuat siapa saja yang melihat merasa ingin lari secepat mungkin menjauhinya.
Tapi tidak, Putri dan teman-temannya yang berada dalam tenda tidak lantas meninggalkan Vina seorang diri, mereka lantas membacakan doa-doa berharap Vina tersadar.
Ilustrasi (Satu Jam)Lepas dari Vina yang akhirnya sadar, masih ada satu lagi kawan Putri yang berlaku aneh, Dinda. Dia mulai muntah-muntah dan menangis sejadi-jadinya sambil tersenyum. Dinda pun sadar kembali setelah 16 pendaki lain yang berada dalam satu tenda itu membaca doa bersamaan.
Setelah Dinda, kembali Vina cekikikan tiba-tiba, membuat tiap orang yang ada di bawah tenda ingin mengambil langkah seribu. Namun, di tengah-tengah Vina yang tertawa bak hantu kuntilanak, Dinda kembali menangis, singkat cerita saat dua pendaki perempuan ini tersadar mereka pun panik, ketakutan, dan minta ingin segera pulang, pendaki lain berusaha menenangkan.
"Iya, jangan nangis, Din, hujan udah reda, jangan panik, bacaan doa ya, Din," ucap Putri.
Di perjalanan menuju base camp, rombongan pendaki ini bertemu dengan petugas, yang ternyata malah marah karena ada tenda yang dibangun di pinggir trek, dan melanjutkan pendakian. Akhirnya rombongan tetap turun, dengan beberapa orang lebih dulu melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Vina yang kondisinya masih belum stabil.
Sementara rombongan terpecah jadi dua, rombongan tempat Putri turut serta yang masih ada di perjalanan menuju Pos 2, tiba-tiba melihat hal yang mengejutkan.
"Astagfirullahal'adzim!" teriak Putri.
Pendaki lain yang satu rombongan pun panik. Bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi. Ternyata, Putri melihat ada gunungan sampah di trek yang dilaluinya. Namun, mereka tidak bisa membawa sampah itu turun kar terlalu banyak, maka memutuskan untuk memberitahu petugas, setibanya di bawah.
"Ya Allah!" Putri yang ada di barisan tengah kembali tercengang, dia kembali melihat gunungan sampah kali ini di bawah pohon. Rasa penasarannya membesar, hingga Putri memaksa pendaki lain di belakangnya untuk menyoroti senter ke arah sampah itu, namun setelah diperjelas ternyata tidak ada sampah satu pun, kosong. Putri lantas semakin tercengang lagi dan bertanya-tanya dalam benaknya kemana perginya sampah besar yang tadi dia lihat, apa mungkin tikus hutan?
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Putri merasa jari-jarinya kram, namun dengan sisa tenaga yang dimilikinya, perjalanan tetap dilanjutkan. Setibanya di Pos 2, mereka beristirahat, merajang air, menyeduh kopi, dan membuat minuman penghangat tubuh lain. Ternyata di Pos 2 sudah ada dua orang pendaki yang tadi bertugas antar Vina ke base camp, namun tidak ada Vina bersama mereka, karena petugas yang sempat naik dan marah-marah telah membawa Vina turun lebih dulu.
Tiba-tiba Putri merasa sesak napas. Dadanya seperti terhantam bola basket keras, badannya lemas, teman-temannya panik, dan disaat bersamaan dia merasa ukuran badannya mengecil, lebih kecil dari biasanya, dan dari teman-teman sekeliling.
Sampai pada akhirnya Putri sadar berkat doa-doa yang dipanjatkan. Persis seperti Dinda dan Vina, Putri yang sempat berteriak keras dan menangis tanpa ia sadari pun bersikeras minta pulang dan keluar dari kawasan gunung.
Sebelum tiba di Pos 1, mereka kembali diuji nyalinya. Ada seperti hantaman besar hingga membuat mereka bergoyang sekejap seperti sedang gempa. Disusul salah seorang pendaki kejang sambil melotot ke atas. Kembali dengan doa dan menggantikan baju pendaki tersebut, dia pun sadar.
Cerita ini sebenarnya sudah pernah viral dan dibicarakan oleh kawan-kawan penikmat klenik diseluruh Indonesia, kali ini akan di Re-writte di Paragram.id.
Seperti apa kisahnya langsung aja kita simak barengan deh.
Cerita seram gunung gede
PENGALAMAN ini diceritakan oleh seorang perempuan pendaki bernama Asyria Putri. Kisahnya kemudian disebarkan oleh akun kumpulan pendakian gunung di Instagram @mountnesia hingga menjadi viral.
Gunung Gede (couchsurfing.com)Dada terasa ikut sesak tanpa disadari ketika tanpa sengaja larut dalam kisah Putri yang dia ceritakan. Mulanya Putri dan teman-teman hendak mendaki Gunung Gede lewat jalur Putri belum lama ini dari Cibinong. Dari kisah yang diceritakan, awalnya tidak ada perasaan janggal pun pikiran buruk. Hingga tiba di Surya Kencana, lembah indah di Gunung Gede, Putri masih belum menemui hal aneh.
Hari berganti, Putri dan teman-teman merasa terlambat untuk melakukan pendakian menuju puncak, namun tetap semangat. Setibanya di puncak semua hal masih terasa normal bagi Putri, meskipun kabut turun, sehingga menutupi pemandangan agung dari puncak gunung.
Singkat cerita mereka kembali ke tenda dan memutuskan untuk turun dari lembah Surya Kencana sekira pukul 13.30 wib. Perjalanan masih tetap normal Putri rasakan, lalu bertemu dengan tiga orang pendaki lain yang tengah memapah teman perempuannya bernama Vina yang cedera.
Mereka pun menghubungi petugas untuk membantu Vina turun lebih cepat dan aman. Namun, petugas belum juga datang hingga mereka pun harus beristirahat dan menghentikan perjalanan karena hujan turun cukup deras disertai petir dan kilat, ditambah hari yang mulai gelap, maka sempurna sudah suasana tercipta jadi kian mencekam.
Sesekali mereka semua mengobrol, Vina pun terus dialihkan perhatiannya agar tidak melamun, namun nahas menimpanya. Tubuh Vina mendadak menjadi dingin, lemas, dan tidak sadar. Salah seorang kawannya langsung berusaha menyadarkan Vina, ditepuk-tepuk pipinya, sambil meyakinkan Vina mereka akan segera tiba di bawah, dan pulang.
Vina sempat tersadar, tapi tatapannya kosong, wajahnya memutih, pucat kesi, di saat yang bersamaan hujan kian deras, petir menyambar-nyambar, Vina malah semakin parah, dia mengeluarkan suara aneh, tatapannya membuat siapa saja yang melihat merasa ingin lari secepat mungkin menjauhinya.
Tapi tidak, Putri dan teman-temannya yang berada dalam tenda tidak lantas meninggalkan Vina seorang diri, mereka lantas membacakan doa-doa berharap Vina tersadar.
Ilustrasi (Satu Jam)Lepas dari Vina yang akhirnya sadar, masih ada satu lagi kawan Putri yang berlaku aneh, Dinda. Dia mulai muntah-muntah dan menangis sejadi-jadinya sambil tersenyum. Dinda pun sadar kembali setelah 16 pendaki lain yang berada dalam satu tenda itu membaca doa bersamaan.
Setelah Dinda, kembali Vina cekikikan tiba-tiba, membuat tiap orang yang ada di bawah tenda ingin mengambil langkah seribu. Namun, di tengah-tengah Vina yang tertawa bak hantu kuntilanak, Dinda kembali menangis, singkat cerita saat dua pendaki perempuan ini tersadar mereka pun panik, ketakutan, dan minta ingin segera pulang, pendaki lain berusaha menenangkan.
"Iya, jangan nangis, Din, hujan udah reda, jangan panik, bacaan doa ya, Din," ucap Putri.
Di perjalanan menuju base camp, rombongan pendaki ini bertemu dengan petugas, yang ternyata malah marah karena ada tenda yang dibangun di pinggir trek, dan melanjutkan pendakian. Akhirnya rombongan tetap turun, dengan beberapa orang lebih dulu melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Vina yang kondisinya masih belum stabil.
Sementara rombongan terpecah jadi dua, rombongan tempat Putri turut serta yang masih ada di perjalanan menuju Pos 2, tiba-tiba melihat hal yang mengejutkan.
"Astagfirullahal'adzim!" teriak Putri.
Pendaki lain yang satu rombongan pun panik. Bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi. Ternyata, Putri melihat ada gunungan sampah di trek yang dilaluinya. Namun, mereka tidak bisa membawa sampah itu turun kar terlalu banyak, maka memutuskan untuk memberitahu petugas, setibanya di bawah.
"Ya Allah!" Putri yang ada di barisan tengah kembali tercengang, dia kembali melihat gunungan sampah kali ini di bawah pohon. Rasa penasarannya membesar, hingga Putri memaksa pendaki lain di belakangnya untuk menyoroti senter ke arah sampah itu, namun setelah diperjelas ternyata tidak ada sampah satu pun, kosong. Putri lantas semakin tercengang lagi dan bertanya-tanya dalam benaknya kemana perginya sampah besar yang tadi dia lihat, apa mungkin tikus hutan?
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Putri merasa jari-jarinya kram, namun dengan sisa tenaga yang dimilikinya, perjalanan tetap dilanjutkan. Setibanya di Pos 2, mereka beristirahat, merajang air, menyeduh kopi, dan membuat minuman penghangat tubuh lain. Ternyata di Pos 2 sudah ada dua orang pendaki yang tadi bertugas antar Vina ke base camp, namun tidak ada Vina bersama mereka, karena petugas yang sempat naik dan marah-marah telah membawa Vina turun lebih dulu.
Tiba-tiba Putri merasa sesak napas. Dadanya seperti terhantam bola basket keras, badannya lemas, teman-temannya panik, dan disaat bersamaan dia merasa ukuran badannya mengecil, lebih kecil dari biasanya, dan dari teman-teman sekeliling.
Sampai pada akhirnya Putri sadar berkat doa-doa yang dipanjatkan. Persis seperti Dinda dan Vina, Putri yang sempat berteriak keras dan menangis tanpa ia sadari pun bersikeras minta pulang dan keluar dari kawasan gunung.
Sebelum tiba di Pos 1, mereka kembali diuji nyalinya. Ada seperti hantaman besar hingga membuat mereka bergoyang sekejap seperti sedang gempa. Disusul salah seorang pendaki kejang sambil melotot ke atas. Kembali dengan doa dan menggantikan baju pendaki tersebut, dia pun sadar.
Sabtu, 09 September 2023
dip*rkosa 6 orang
dip*rkosa 6 orang
Semasa berusia 14 tahun, saya telah diperkosa. Ya Allah menggeletar saya nak bercakap hal ni.. Saya diperkosa oleh orang2 yg saya tak kenali. Saya di tarik ke dalam sebuah kereta dan di himpit. Ada seorang wanita di dalam kereta tu. Seorang lelaki yang pd masa itu mungkin berusia 30an, menampar pipi saya dan mengatakan dia tidak suka saya berkawan dgn adiknya. Tapi siapakah adik dia tu? Saya hanya lah berusia 14 tahun dan ramai kawan di sekolah. Saya masih budak2!
Saya di bawa pusing2. Entah ke mana. Di pendek kan cerita. Sampai lah d sebuah rumah di mana telah pun ramai lelaki. Hampir penuh ruang tamu. Saya menangis. Saya merayu. Tetapi saya di kunci dalam bilik. Sorang2 masok dan perkosa saya!! Ya Allah!!
Mungkin sudah org ke 6, saya tidak bermaya. Saya di perkosa drpd siang hingga ke malam!! Ya Allah... Org ke-6 yg masuk itu memakaikan saya pakaian dan mengendong saya terus keluar dr rumah neraka tu. Saya dgr dia di marah di herdik. Saya di tarik2 oleh binatang2 lain yg taknak saya keluar.tetapi insan itu tetap bawa saya keluar. Saya bersyukur kerana dia bersimpati dengan nasib saya dan menyelamatkan saya. Sepanjang dlm kereta dia minta maaf. Katanya maafkan abg sebab lambat selamatkan adik. Saya hanya diam. Tidak bercakap walau sepatah.. Dia hantar saya sampai jalan simpang rumah. Terima kasih Allah. Terima kasih abg!!
Saya hampir membunuh diri. Saya telah mengelar nagapokertangan. Saya di selamatkan oleh keluarga. Mereka marah saya. Tapi saya tak cerita apa2 ttg kejadian tu. Biar lah Allah saja mengazabkan mereka. Janji Allah itu pasti...
Tiada siapa pun tahu peristiwa hitam itu kecuali suami. Pada akhir bulan 5, saya berkenalan dgn bakal suami. Semasa itu dia ada urusan di borneo. Selepas itu kami bercinta jarak jauh. Saya di borneo dan dia di semenanjung. Awal bulan 6, pd harijadi saya, dia dtg. Dan masa itulah dia melamar saya. Begitu cepat.. Saya menerima. Sudah tentu.. kerana saya menyintai dia.
Sebelum berkahwin, saya berterus terang dgn suami. Suami tergamam. Saya ingat dia akan memutuskan perhubungan. Tetapi sebaliknya. Dia menangis dan memeluk tubuh saya. Katanya dia akan menjaga saya dan menerima saya kerana dia mencintai saya.
Selepas 2 bulan berkawan, kami bertunang. Dan 2 bulan selepas itu kami berkahwin. Syukur alhamdulillah. Kami bahagia. Skrg dah 5 tahun berkahwin dan di kurniakan sepasang cahaya mata yang sangat comel.
nagapokertidak pernah sesekali mengungkit peristiwa pahit saya. Dia sangat penyayang dan bertanggungjawab. Ringan tulang dan kelakar. Saya tak nafikan mmg ada pertengkaran tetapi kami tak tggu lama utk selesaikan. Seseorang harus mengalah. Tidak pernah bergaduh sampai meleret 2 atau 3 hari..
Suami bekerja dan berjawatan tinggi. Kadang2 kena pergi outstation. Kalau masih dalam Malaysia dia akan bawa kami anak beranak. Kalau luar negara kami tak ikut. Tak di nafikan ada juga perasaan cemburu. Tetapi saya selalu ingatkan diri apa yg pernah kakak ipar saya pesan. Kita sbg isteri jgn terlalu ambil tahu hal suami. Hal2 yg remeh boleh menyebabkan kehancuran. Yg penting kita menjalankan tanggungjawab sbg isteri yg selalu bersedia untuk dirinya. Ada di sisinya. Dengar keluhannya. Usap rambutnya. Memanja kan nya. Menjaga zuriatnya. Menjaga penampilan diri sendiri.
Suami tidak pernah mengabaikan tanggungjawab. Nafkah zahir batin cukup. Pergi holiday, mesti ada dalam jadual tahunan. Menyambut hari jadi atau sebagainya. Dia amat memanjakan saya. Kerana dia pernah cakap, arwah mama dah tak ada. Semasa arwah pergi dia masih muda dan tak dpt mencurah kan bakti dan tanggungjawab sepenuhnya sbg anak. Dia mencurahkan segalanya itu kpd saya dan anak2 skrg. Jentik kami pun tak pernah. Jentik gurau2 adalah. 😊 ya Allah. Hamba amat bersyukur ya Allah.
Selepas apa yg berlaku pd diri nagapoker, saya masih berpeluang untuk bahagia.. Saya amat mencintai suami. Kami pernah susah bersama. Sangat susah. Sampaikan suami pernah tidak bekerja. Kami menumpang di rumah orang. Masa tu anak sulung masih baby. Skrg anak sulung sudah 4 tahun :')
Allah maha kaya. Skrg suami berjawatan ceo utk syarikat oil & gas & engineering. saya pula menjalankan perniagaan kecil kecilan sendiri. Tetapi kami tidak pernah sesekali melupakan kesusahan dahulu. Selalu mengingatkan masing2 supaya tidak akan timbul perasaan sombong dan riak.. Kami hidup bersederhana saja. Sepertimana kami sebelum ini. Rezeki yg banyak kami laburkan dalam tabung anak2 demi masa depan mereka. Membantu keluarga dan memberi pd yg memerlukan. Rezeki hanyalah pinjaman Allah. Kerana saya mmg bukan dr keluarga senang. Adik beradik ramai. Nak cerita pun mmg kesian sgt.... Saya tahu perasaan mereka2 yg memerlukan.
Ya Allah. Setelah Kau turunkan hujan berserta petir, Kau timbulkan pelangi. Hamba akan menjaga amanah ini sebaiknya. Apa yg berlaku di masa hadapan hamba hanya berserah...
Rabu, 06 September 2023
tertinggal teman lulus
tertinggal teman lulus
Namun, dengki yang sebagai awalan itu bukan berasal dari niat jahat sepertinya, tetapi reflek.
Photo by nagapoker
Dunia perkuliahan tak sama dengan sekolah, lulusnya tidak bareng. Lama sebentarnya tergantung bagaimana upaya yang dikerahkan masing-masing.
Satu per satu temanku lulus. Melihat hal itu tentu ada reflek perasaan dengki, mengapa ia bisa lulus lebih cepat, mendahuluiku. Namun setelah melihat usahaku selama ini, memang usahaku tak lebih besar dari yang mereka upayakan.
Setelah dengki, perasaan rendah diriku tak dapat dielakkan. Terlebih yang dulu merupakan adik kelas, satu per satu juga sudah lulus. Namun rasanya wajar saja, sebab aku pernah pindah jurusan — salah satu hal yang sampai saat ini aku masih bingung mengapa dulu melakukan itu.
Tak henti-hentinya aku menengok masa lalu, kenapa aku se-impulsif itu. Menentukan pilihan tanpa berpikir panjang yang saat ini begitu banyak membawa penyesalan. Ah sudahlah…, aku menghibur diri dengan narasi semua orang memiliki waktunya masing-masing, tidak bisa dibanding-bandingkan.
Di usia yang hampir seperembat abad, aku merasa masih kekanak-kanakan. Sering mempersoalkan hal tidak penting. Dengki dengan pencapaian orang lain misalnya.
Rasanya selama ini aku sering bertindak berdasarkan nagapoker semata. Jika ada hal seperti ini maka responnya itu, jika ada hal seperti itu maka responnya begini dan seterusnya, dan seterusnya. Jika yang reflek itu merupakan hal baik, maka tentu tidak menjadi masalah. Namun bagaimana jika yang reflek itu hal yang buruk, tentu jadi masalah.
Dengki merupakan salah satu reflek yang buruk lagi berbahaya. Ia mendatangkan berbagai macam pengaruh buruk dalam diri. Aku tidak bisa menjelaskan banyak, namun aku merasakannya betul-betul. Dan bukankah pembunuhan pertama kali yang dilakukan oleh manusia berawal dari rasa dengki? Setan menjerumuskan hawa untuk memakan buah khuldi, bukankah itu juga karena dengki?
Reflek yang buruk mendatangkan banyak korban. Namun reflek itu layaknya tumbuhan, ia bisa berkembang dan bisa juga mati. Tergantung apakah kita merawat atau membiarkannya.
Reflek yang selalu mendapat penguatan akan tumbuh subur. Seperti seekor anjing yang selalu mengeluarkan air liur setiap kali dibunyikan lonceng (eksperimen pavlov). Reflek yang terus menerus dikondisikan rutin saban hari akan begitu demikian kuatnya, tumbuh subur.
Begitupun rasa dengki, menurut hematku merupakan perasaan yang muncul pertama ketika melihat kabar keberhasilan orang lain. Namun, dengki yang sebagai awalan itu bukan berasal dari niat jahat sepertinya, tetapi reflek. Dan itu artinya kita bisa memilih untuk merawat atau mematikannya.
Ada kutipan menarik dari Mas Prie GS untuk membasmi dengki itu, membiarkannya mati dengan membentuk reflek tandingan. Dalam nagapoker memang ada penjelasan yang lebih ilmiah, biasa dikenal dengan modifikasi perilaku. Namun saya rasa penjelasan Mas Prie berikut ini lebih mudah untuk dipahami, lagi pula kurang lebih konsepnya juga sama.
Jika dengki ternyata bukan berasal dari niat jahat, tetapi sekadar hasil dari refleks, berarti seseorang bisa menyiapkan refleks tandingan. Dan semua juga bisa dibangun lewat kebiasaan. Caranya mudah: lakukan saja kebiasaan pembalikan.
Gembiralah saat melihat orang bergembira. Sulit itu pasti. Tapi cobalah. Memaksa diri pada awalnya. Paksa agar kegembiraan itu muncul kalau perlu dengan segala cara. Kalau perlu sambil menari, menyanyi-nyanyi, menghibur diri atau malah berteriak-teriak, sampai kegembiraan itu benar-benar muncul. Percayalah, jika latihan ini terus-menerus diusahakan, kegemibaran itu akan benar-benar muncul. Gembira melihat orang lain bergembira, benar-benar akan menjadi kebiasaan.
Selasa, 05 September 2023
kebencian
kebencian
Sungguh aku benci menunggu, apalagi menunggu untuk menemui nagapoker. Di tengah sibuknya diriku yang mempersiapkan semuanya untukmu, aku ingin berlari ke arahmu. Tapi sayang, danau toba tak mampu aku sebrangi, terlalu luas dan terlalu dalam. Sementara kita hanya bisa kencan virtual, kirim peluk online dan saling mendoakan.
nagapoker segera menuju ke arahmu, cintaku. Menapaki jejak yang entah kapan pernah kau tinggalkan. Aku mencari sesuatu yang tak pernah hilang, dan akhirnya aku menemukanmu. Sesuatu yang lebih berharga dari harta paling berharga manapun di dunia ini.
Sekarang, hatiku sudah jadi milikmu, ragaku menyusulndi kemudian hari. Secepat itu pula kau menyita seluruh waktu dan pikiranku. Lakukan apapun yang kau suka dengan hatiku asalkan aku tetap bersamamu.
Hari yang baik adalah hari yang diawali dengan senyummu di pagi hari. Dan menutup hari yang sempurna juga dengan melihat senyummu dibarengi dengan doa menjelang tidur. Aku masih belum bisa menyebut ini apa namun yang pasti ini cinta, dan kebahagiaanku bersumber padamu.
Cuma nagapoker, cuma kamu yang bisa membuat aku jatuh hati secepat dan sedalam ini. Kini kamu adalah ratu di hatiku.
BO GACOR 2023
-
Ketika nagapoker tiba-tiba merasa sedih, pingin nangis...
