Apakah gua anak durhaka?
Ini pengalaman gua kedua kalinya tiba-tiba berada dalam grup WA keluarga besar. Dan udah dua kali pula gua exit.
Awal gua masuk grup chat isinya adalah obrolan-obrolan tentang menanyakan kabar sesama member grup. Masih nromal seperti grup pada umumnya.
Setelah beberapa hari, munculah ceramah tetang pencegahan dosa di setiap pagi yang dishare oleh salah satu member. Beberapa member yang lain menanggapi. Notifikasi menjadi ramai. Gua mulai sedikit terganggu.
Turn off notifications.
Di setiap harinya terjadi hal yang sama. Kadang saling pamer foto kegiatan masing-masing. Atau foto ponakan yang sudah bisa ngupil. Lalu ditanggapi dengan “hahaha” sebagai awalan atau akhiran. Ada yang tidak mau kalah dengan share foto cucunya yang sudah bisa salto. Enter adalah spasi.
Gua mulai muak.
Munculah ucapan-ucapan selamat ulang tahun. Semua member memberikan ucapan. Karena ternotifikasi, gua pun ikut mengucapkan. Patternnya sama. Ucapan, harapan/do’a, dan permohonan traktir.
Gua ga ngerti lagi.
Ini unek-unek gua aja yang bisa gua ceritain mengenai pengalaman berada di grup keluarga besar. Kenapa sih gua sebegitu terganggunya? Kenapa sih gua exit?
Gua akhirnya paham. Ternyata di dalam suatu grup chat keluarga besar itu terdiri dari 2 generasi yang kebiasaannya berbeda. Gua berada di generasi yang sudah lama menggunakan social media, sedangkan para orang tua berada di generasi yang tidak terbiasa bersosialisasi di dunia cyber.
Gua pribadi menggunakan WA karena lebih formal dan private. Lebih simple karena untuk chat aja gitu. Kalaupun ada grup ya paling untuk urusan kerjaan aja. Gua lebih suka mengucapkan ulang tahun secara pribadi, memberikan info-info secara personal, dan share foto-foto di social media. Notifikasi WA menjadi yang prioritas karena dianggap pesan penting.
Bagi mereka, selain untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi, dan untuk hiburan dikala waktu senggang, WA sudah dianggap sebagai microblog bagi mereka yang tidak tahu Twitter. Bisa juga dianggap sebagai ajang pamer foto bagi mereka yang tidak tahu Instagram atau Path. Itulah sebabnya grup WA keluarga besar gua (atau mungkin lu juga mengalami) isinya cukup mengganggu.
Ga salah, info-infonya juga bermanfaat. Tapi mungkin tempatnya aja yang salah. Kasih pengertian ke orang yang lebih tua itu bukan keahlian gua sih tapi coba diskusikan dengan om atau tante yang lebih mengerti, atau dengan sepupu yang lebih tua.
Gua pun exit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar