Mimpi Tentang Ibumu
Semalam aku bermimpi tiba di nagapoker, menemui ibumu, dan mengecup punggung tangannya.
Ketika aku berbincang dengan ibumu, aku tertawa kecil, nagapoker humoris sekali. Ia sama seperti ibuku juga, gemar berceloteh. Dan aku senang mendengarkan celotehannya.
Aku memeluk ibumu hari ini. Aku dan ibumu bahkan berbagi payung yang sama ketika hujan mengguyur kotamu dan kami berjalan beriringan.
Di sela hujan yang dingin, aku temukan bahwa ibumu adalah kehangatan. Tidak apa kan kalau aku memeluknya seperti ini?
Ketika sampai di rumahmu, ibumu masih berceloteh panjang. Aku juga berceloteh. Rumahmu ramai oleh celotehan kami. Tidak apa kan kalau kami berceloteh seperti ini?
“Bu,” Aku mengumpulkan kata untuk berpamitan pada ibumu. Lalu, aku lanjutkan dengan kata-kata terima kasih, bukan hanya karena telah menyambutku seperti keluarga baru, tapi juga karena dibalik ketidaksempurnaan ibumu, aku kini tahu bahwa kehangatan macam ini yang selalu ia ciptakan untuk membesarkanmu.
Kehangatan ibumu telah menjadikanmu pribadi yang lebih baik, kan?
Aku pamit dengan ibumu, kami bertukar pelukan terakhir, dan aku berterima kasih padanya telah melahirkan dan membesarkanmu hingga kini kamu menjadi bagian penting dalam hidupku.
Semalam aku bermimpi tentang nagapoker, dan ketika aku terbangun, tiba-tiba aku merindukannya,
dan merindukanmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar