Selasa, 24 Januari 2023

Kecelakaan Lalu Lintas Penggagal Tur Musisi

                                               slot gaccor hari ini



                                             slot gaccor hari ini

Ditulis oleh M. Isya Mujtahid

Menjalankan sebuah agenda nagapoker mungkin sudah menjadi sebuah budaya yang melekat pada setiap musisi, selayaknya merilis sebuah single, EP , album , ataupun video klip. Mungkin ada beberapa faktor pendukung bagi para musisi untuk menjalankan sebuah agenda tur. Diantaranya mempromosikan proyek dari musisi kepada para pendengar, menjalin pertemanan baru dengan para pelaku musik di belahan bumi yang lain, atau bisa jadi musisi membutuhkan suasana baru alias liburan.

Setelah saya melakukan perbincangan ringan dengan beberapa rekan nagapoker yang pernah menjalankan agenda tur, saya dapat mengambil kesimpulan bahwa kepuasan batin akan mereka rasakan ketika telah mampu menuntaskan rangkaian agenda tur. Pasalnya, pasti selalu ada saja momen-momen berkesan pada saat menjalankan agenda tur.

Namun, pada kenyataannya tidak semua musisi mampu menuntaskan agenda tur mereka. Nah, pada tulisan ini saya akan membahas beberapa musisi yang terpaksa tidak bisa menuntaskan agenda tur mereka disebabkan oleh insiden kecelakaan lalu lintas. Berikut rangkuman beberapa musisi yang pernah mengalamai hal tersebut:

Baroness

Sumber Gambar : pinterest.com

Baroness, salah satu unit sludge-metal asal Georgia terpaksa tak bisa menuntaskan agenda tur Eropa mereka dikarenakan bus yang mereka tunggangi terjatuh ke sebuah jurang ketika mereka sedang melakukan perjalanan menuju Southampton, Inggris. Kejadian ini terjadi pada tanggal 15 Agustus 2012. Berdasarkan pengakuan sang vokalis, John Baishley, bus yang membawa Baroness lepas kendali karena harus berjuang menghadapi kondisi jalanan yang penuh tikungan curam, serta berkendara dalam kondisi hujan.

Keadaan mereka semakin diperparah dengan rem bus yang blong. Akhir puncak kesialan mereka harus menabrak pembatas jalan, disusul dengan bus mereka terjun bebas ke sebuah jurang. Beruntung bagi Baroness, pasalnya mereka mampu bertahan dalam keadaan terjepit cukup lama di sebuah tempat yang jarang dijamah oleh masyarakat. Beberapa unit helikopter dari petugas keamanan diluncurkan untuk mengevakuasi mereka. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Para personil Baroness hanya mengalamai luka yang cukup serius. Salah satunya, John Bashley harus menerima lima puluh jahitan di kulitnya, keretakan di bagian tulang rusuk serta beberapa ring harus terpasang di jantung Bashley.

Mungkin kejadian ini adalah masa-masa tersulit yang dialami oleh Baroness. Selain harus berjuang melakukan proses penyembuhan, Baroness harus kehilangan drumernya Allen Blickle serta basistnya Matt Maggioni yang memlilih untuk mundur dari band karena mengalami trauma mendalam akibat insiden tersebut. Setelah menyelesaikan proses penyembuhan, Baroness diam-diam merangkak untuk keluar dari masa-masa keterpurukan. Alhasil pada tahun 2015 silam Baroness melucurkan sebuah album bertajuk Purple dengan disuntik dua personil baru, Nick Joss di posisi bass dan Sebastian Thompson di posisi drummer. Ya, Purple sebuah album dengan riif-riff gitar yang lebih dinamis, melodi yang lebih menampilkan heaviness, suara parau dan ketejaman lirik yang memberikan nuansa bahwa Baroness telah terlahir kembali dengan penuh kemenangan. Sumber inspirasi album ini berangkat dari kisah Baroness berjuang dari masa-masa sulit mereka.

Metallica

Sumber Gambar : metallicaonline.com

Pasca perilisan album “Master Of Puppets” pada 1986 silam, mungkin ini era keemasan legenda heavy metal sedunia, Metallica. Sayangnya, tidak selamanya langkah mulus selalu menyertai perjalanan sang legenda. Pada saat pertengahan tur Eropa mereka, suatu hal yang di luar ekspektasi pun menghampiri. Pada suatu pagi di 27 September 1986, bus yang membawa rombongan Metallica mengarungi daratan Eropa harus tergelincir, pada saat mereka melakukan perjalanan dari Stockholm menuju Denmark. Hari itu pun menjadi hari terakhir menghembuskan nafas bagi sang pembetot senar bass Metallica, Cliff Burton.

Sebelum pagi yang tragis itu terjadi, para personil Metallica sempat mengisi waktu dengan bermain kartu. Bagi yang memperoleh kemenangan pada permainan tersebut, bebas memilih spot untuk beristirahat. Alhasil, Cliff-lah yang berhasil memperoleh kemenangan. Cliff pun bebas menuntukan spot untuk beristirahat. Cliff memilih spot beristirahat dekat jendela karna Ia sudah mengincar spot tersebut. Mungkin spot tersebut menjadi tempat yang paling nyaman menurut Cliff. Setelah bermain, para personil Metallica melanjutkan untuk beristirahat.

Namun sayang, alih-alih mendapatkan kenyamanan justru berujung kesialan bagi Cliff. Ketika mereka sedang beristirahat dalam perjalanan tiba-tiba tragedi pun terjadi. Bus yang membawa rombongan Metallica tergelincir dan terpental, manghantam pembatas jalan hingga terperosok ke dalam semak belukar yang dipenuhi oleh alang-alang. Bus yang membawa rombangan nagapoker pun berbalik posisi. Para personil terbangun dan mereka mencoba keluar dari bus yang terbalik. Satu per satu bisa keluar dari keadaan mereka yang terhimpit. Namun Sayang, Cliff tak bisa terselamatkan. Cliff terpental ke luar bus dan diperparah karena tubuh Cliff tertindih beberapa bagian kontruksi bus. Cliff tak bisa terselamatkan dan akhirnya ia tewas ditempat kejadian.

Sampai saat ini penyebab insiden tersebut masih menjadi perdebatan. Menurut pengakuan supir yang membawa rombongan Metallica, bus \ tergilincir hingga lepas kendali karena melewati sebuah genangan es. Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh James Hetfield, sang vokalis. Menurut James, kecelekaan ini murni dari kelalaian sang supir lantaran sang supir mengendarai bus dengan kondisi masih ada sisa-sisa efek alkohol.

Kematian Cliff merupakan sebuah pukulan keras bagi Metallica, pasalnya Cliff adalah sosok yang sangat berpengaruh pada pembuatan tiga album perdana dari Metallica; Kill ‘ Em All, Ride The Lighting, Master Of Puppets. Pasca kematian Cliff Burton, Metallica sempat vakum beberapa saat hingaa menemukan sosok penggantinya. Akhirnya pada tahun 1988, Jason Newsted mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Cliff dan mereka kembali merilis sebuah album bertajuk And Justice For Us.

Sebagai bentuk simpati dan penghormatan, beberapa musisi ternama memberikan sebuah persembahan untuk mengenang sosok Cliff Burton. Diantaranya, Megadeth menciptakan sebuah lagu bertajuk ‘’In My Darkest Hour”, dan Anthrax yang merilis sebuah album bertajuk “Among The Living” pada tahun 1987. Selamat beritirahat dengan damai Cliff!

The Ghost Inside

Sumber Gambar : kmfx.com

Salah satu band melodic hardcore asal Los Angels, California, The Ghost Inside harus membatalkan agenda tur mereka ke Amerika Utara lantaran bus yang membawa The Ghost Inside, beserta segenap crew-nya tertabrak oleh sebuah truk kontainer. Kejadian tragis ini terjadi pada pengujung Desember 2015, ketika mereka sedang melakukan perjalanan ke kota Mesa, Arizona. Imbas dari kejadian ini, seorang supir dan seorang Supir cadangan yang membawa rombongan The Ghost Inside harus terengut nyawanya. Sedangkan para personil beserta crew The Ghost Inside mengalami cedera yang cukup serius. Di antaranya, Jonathan Vigil sang vokalis mengalamai cedera di bahu yang cukup serius, dan Zach Johnson sang gitaris harus kehilangan dua jari kakinya. Sementara personil yang mengalami luka paling parah dialami oleh Andrew Tkaczyct, penabuh drum The Ghost Inside. Ia harus rela kehilangan satu kakinya untuk diamputasi, serta patah tulang bagian belakang dan rusuk.

Untuk membantu segala kerugian akibat insiden ini, beberapa musisi melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban kerugian yang dialami oleh The Ghost Inside. Beberapa band yang terlibat adalah Blink 182, A Day To Remember, dan Whitecapel. Selain itu Epitaph Record salah satu Label yang menaungi dua album The Ghost Inside; “Get What You Give” pada tahun 2012 dan “Dear Youth” Tahun 2014 mendonasikan sebagian keuntungannya untuk biaya pemulihan mereka.

Meskipun mengalami pukulan yang cukup keras, Jonathan Vigil mengatakan akan mengusahakan agar The Ghost Inside bisa kembali supaya bisa meramaikan skena musik hardcore. Pernyataan ini diunggah di jejaring media sosial The Ghost Inside. Semoga niatan tersebut dapat direalisasikan secepat mungkin. Be brave The Ghost Inside!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

                                                                                                    BO GACOR 2023